Keyakinan ini didasari oleh kewajiban setiap Kopdes Merah Putih untuk memiliki unit usaha yang beragam, mulai dari pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, pergudangan dan penyimpanan dingin, hingga logistik.
Dengan unit usaha yang menyentuh kebutuhan vital masyarakat, Budi Arie menilai Kopdes Merah Putih memiliki pasar captive yang kuat.
Baca Juga: Kapolres Bulukumba Gebrak Jajaran: Ingatkan 5 Poin Krusial, Tekankan Jadi 'Polisi Pelayan'
"Hitungan kasarnya, satu Kopdes bisa untung Rp1 miliar per tahun. Jika semua berjalan, bisa menghasilkan total Rp 80 triliun per tahun. Karena koperasi ini berbasis komunitas, punya captive market, masa nggak untung?" ujar Budi Arie dalam kesempatan yang sama, menunjukkan optimisme tinggi terhadap keberhasilan program ini.(*)
Artikel Terkait
SMP Negeri 9 Bulukumba: Garda Terdepan Sekolah Ramah Anak Menuju KLA 2025!
DPRD Sidrap Pasang Badan untuk Nathalie Holscher: Dia Tak Bersalah, Tak Wajib Minta Maaf!
Terobosan Prabowo: Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Pangkalan LPG Murah hingga Agen Pupuk Subsidi!
Cetak Pemimpin Masa Depan, Mentan Amran Gebrak Sulsel dengan Sekolah Unggulan KKSS Berstandar Internasional
Antusiasme Daerah Sambut Sekolah Rakyat Prabowo: 280 Kabupaten/Kota Ajukan Pembangunan!
Bugis Timur di Persimpangan: Bertahan dalam Pelukan Sulsel atau Ukir Sejarah Provinsi Baru?
Semangat Karate Berkumandang di Gedung DPRD Bulukumba: Wakil Ketua II Terima Audiensi Pengurus FORKI