Melihat kondisi ini, Kementerian Pertanian bertekad untuk memberantas praktik-praktik mafia yang merugikan petani.
Amran menekankan bahwa fluktuasi harga yang tidak wajar seringkali terjadi akibat permainan oknum yang memanfaatkan situasi produksi rendah atau kekurangan stok.
Baca Juga: Kabar Bahagia! Juni 2025, Guru Sertifikasi ASN Bakal Terima 'Durian Runtuh' 4 Kali Gaji Pokok!
"Nah, celah ini kadang dimanfaatkan mafia. Produksi rendah, makanya harga naik. Stok kurang, harga naik. Semoga celah ini tidak ada lagi," pungkasnya.
Langkah Menteri Amran untuk turun tangan langsung dalam mengatasi keluhan petani dan membongkar dugaan adanya mafia pertanian ini tentu menjadi angin segar bagi para petani di Kalimantan Selatan dan diharapkan dapat memberikan solusi konkret terhadap permasalahan harga gabah yang saat ini membebani mereka.
Baca Juga: Kisah Peternak Sapi Terlibat Makan Bergizi Gratis: Bangga, Susu Pasti Terserap
Masyarakat pun menantikan langkah selanjutnya dari pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan di tingkat nasional. (*)
Artikel Terkait
Patroli Malam Polres Bulukumba: Tekan Kriminalitas, Warga Makin Aman!
Mentan Amran Sulaiman: Gibran Dukung Penuh Pemberantasan Mafia Beras, Teguran Masa Lalu Jadi Pelajaran Berharga
Nathalie Holscher Ogah Penuhi Tuntutan Bupati Sidrap Terkait Video Saweran: Kalau Tidak Mau Ada Club, ya Ditutup!
Nathalie Holscher Ogah Minta Maaf Usai Viral Video Saweran di Sidrap: Saya Hanya Profesional Kerja!
Hotman Paris Bela Paula Verhoeven yang Diklaim Selingkuh, Bongkar Pasal Perceraian dari Kompilasi Hukum Islam: Harus Ada Bukti Zina!
Gebrakan 10 Hari Ketua KKSS: Mentan Amran Sulaiman Wujudkan Sekolah Impian, Lahirkan Pemimpin Berkelas Dunia dari Sulawesi Selatan!
Gibran: Bonus Demografi 2030-2045, Peluang Emas Generasi Muda Tentukan Masa Depan Indonesia!
Menolak Tuntutan Bupati Sidrap untuk Minta Maaf, Nathalie Holscher Justru Mendapat Dukungan Netizen