“Bulukumba memiliki cerita besar melalui budaya Pinisi, wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan melalui platform digital sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital dapat menjadi instrumen untuk memperkuat promosi, meningkatkan pengalaman wisatawan, serta mendukung pelaku UMKM dalam memperluas pasar.
Melalui pertemuan ini, Tim Riset Ciputra Makassar dan Disparpora Bulukumba sepakat bahwa pengembangan pariwisata masa depan membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor usaha.
Dengan kekuatan budaya Piinisi, wisata bahari Tanjung Bira, ekonomi kreatif, serta dukungan sumber daya manusia yang inovatif, Kabupaten Bulukumba memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengintegrasikan keberlanjutan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.(*)