“Bulukumba memiliki cerita besar melalui budaya Pinisi, wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan melalui platform digital sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital dapat menjadi instrumen untuk memperkuat promosi, meningkatkan pengalaman wisatawan, serta mendukung pelaku UMKM dalam memperluas pasar.
Melalui pertemuan ini, Tim Riset Ciputra Makassar dan Disparpora Bulukumba sepakat bahwa pengembangan pariwisata masa depan membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor usaha.
Dengan kekuatan budaya Piinisi, wisata bahari Tanjung Bira, ekonomi kreatif, serta dukungan sumber daya manusia yang inovatif, Kabupaten Bulukumba memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengintegrasikan keberlanjutan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.(*)
Artikel Terkait
Yang Viral Belum Tentu Benar: Dampak Psikologis Konten Multimedia Islami di Era Digital
Promedia Group Gandeng Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat
MK Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat, Tolak Gugatan Pemilihan Lewat DPRD
46 Personel Polres Bulukumba Naik Pangkat Setingkat Lebih Tinggi
Berlangsung Khidmat, Kapolres Bulukumba Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Andi Amar: Polri Harus Jadi Garda Terdepan Pelayanan Rakyat
Bulukumba United Tembus Podium Nasional, Raih Juara 3 Indonesia Sentra League 2026