“Pastikan setelah kegiatan ini, progres pelaksanaan manajemen talenta dan layanan kenaikan pangkat mengalami peningkatan signifikan,” tambahnya.
Jufri berharap penerapan manajemen talenta di Sulawesi Selatan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berkelanjutan.
“Dengan sistem yang baik, kita akan melahirkan ASN profesional dan pemimpin masa depan yang ditempatkan sesuai kompetensi terbaiknya,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Bantaeng Launching PUSBINTAKWA, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani dan Religius
Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara, Herman, menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan kebijakan nasional untuk memastikan penempatan ASN dilakukan secara tepat berbasis data.
Ia menyebut Sulawesi Selatan telah menunjukkan progres dalam penerapan sistem tersebut melalui proses assessment dan pemetaan kompetensi ASN.
“Berbeda dengan seleksi terbuka, manajemen talenta memanfaatkan data potensi dan kinerja yang telah terukur,” jelasnya.
Baca Juga: Ketua TP-PKK Sinjai Pantau ORI Campak, Cakupan Imunisasi Tembus 141,7 Persen
Menurut Herman, penentuan jabatan dilakukan melalui komite talenta yang diketuai Sekda dan mendapat persetujuan kepala daerah.
“Setiap posisi memiliki persyaratan spesifik, mulai dari kualifikasi pendidikan, kinerja, hingga integritas,” katanya.
Baca Juga: Progres MYP Sulsel April 2026: Infrastruktur Jalan Digenjot, Konektivitas dan Ekonomi Makin Melesat
Ia menambahkan bahwa integritas menjadi faktor kunci dalam menentukan kandidat terbaik.
“Bukan hanya yang paling baik, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan jabatan,” tutupnya.
Pemprov Sulsel menargetkan seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mengimplementasikan sistem manajemen talenta ASN secara optimal dalam waktu dekat guna mendorong birokrasi yang profesional dan berdaya saing.