info-sulawesi

Pengakuan Kerabat Kopilot Pesawat ATR 42-500, Sebut Smartwatch Masih Aktif dan Deteksi Pergerakan

Senin, 19 Januari 2026 | 16:32 WIB
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan ((Instagram/kantorsar_makassar))

“Saya mohon sekali, tolong selamatkan Farhan karena dia sudah memberikan tanda-tanda. HP-nya masih terhubung dan ada langkah kakinya,” tuturnya.

Maksimalkan Pencarian dalam Waktu Golden Time

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan dalam keterangannya bahwa tim SAR kini fokus untuk menemukan dan mengevakuasi korban.

Sebanyak lebih dari 1.200 personel sudah diterjunkan untuk pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung.

Baca Juga: Pengakuan Pendaki Gunung Bulusaraung yang Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 hingga Keterangan Baru Basarnas

“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan juga tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” ucap Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep pada Senin, 19 Januari 2026.

“Karena kami yakini bahwa kepastian itu hanya milik Tuhan. Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam kurun waktu yang ada,” tambahnya.

Golden time merupakan periode waktu kritis dalam tindakan penyelamatan yang umumnya sekitar 72 jam atau 3 hari pertama setelah kejadian.

Baca Juga: Skandal Pengeroyokan Siswa ke Guru di SMK, Bermula dari Teguran karena Dinilai Tak Hormat

Pencarian Korban Sempat Terkendala Cuaca

Syafii juga menyebut ada kendala cuaca hingga medan selama proses pencarian.

“Dari tim di lapangan memang telah menemukan korban. Namun, karena kondisi cuaca dan medan yang ada, sehingga evakuasi belum bisa kita sampai di rumah sakit yang ditunjuk polri sebagai tim DVI (Disaster Victim Identification),” terangnya.

“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, namun karena cuaca, pesawat tidak maksimal untuk kita operasikan,” sambungnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Serpihan pesawat lantas ditemukan oleh pendaki dan tim SAR di Gunung Bulusaraung, sehingga pencarian dilakukan di area tersebut.(*)

Halaman:

Tags

Terkini