info-sulawesi

RSUD HA Sulthan Daeng Radja Sosialisasi Tuberculosis di Hari Tembakau Sedunia

Kamis, 6 Juni 2024 | 14:56 WIB
Poliklinik Paru RSUD HA Sulthan Daeng Radja menggelar sosialisasi dampak kesehatan Tuberculosis atau TBC.

Sulawesinetwork.com - Dalam rangka memperingati Hari Tembakau Sedunia, RSUD HA Sulthan Daeng Radja menggelar sosialisasi Tuberkulosis (TB) kepada pesian dan pengunggu pesien.

Sosialisasi yang digelar Instalasi PKRS dan Humas itu dilakukan diarea ruang tunggu Poliklinik Paru RSUD HA Sulthan Daeng Radja, Rabu, 6 Juni 2024.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 wita dan dibuka oleh dr Hamka itu menyampaikan sejumlah poin penting tentang Tuberculosis.

Baca Juga: Legislator Hanura Apresiasi Penanaman Mangrove yang Dilakukan Pemkab Bulukumba

dr Hamka yang juga menjadi penanggungjawab Poliklinik Paru itu menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang hadir pada sosialisasi rangkaian Hari Temabakau Sedunia itu.

Ia mengajak untuk selalu masyarakat, baik pesien dan keluarga pesien untuk terus menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit Tuberculosis yang salah satu penyebabnya yakni rokok.

"Mari kita bergaya hidup sehat. Termasuk untuk menjaga kesehatan paru-paru kita," ajak dr Hamka, Rabu, 6 Juni 2024.

Baca Juga: Sempat Jadi Buron, Begini Awal Mula MRH Aniaya Korbannya yang Masih Pelajar Pakai Samurai

Sementara dr Anugrah Dwitami Hafid yang juga dokter Residen Poliklinik Paru didaulat menjadi narasumber dalam sosialisasi itu memberikan sejumlah hal penting terkait Tuberculosis.

Menurutnya, Tuberculosis atau yang umum dikenal dengan singkatan TBC merupakan penyakit menular yang umumnya akan menyerang paru-paru.

Penularan itu diakibatkan Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, dan otak manunsia.

Baca Juga: Parpol Ujicoba Figur, Serahkan Rekomendasi Awal untuk Menggalang Koalisi di Pilkada Bulukumba 2024

Penularan TBC terjadi ketika orang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang dikeluarkan bersin atau batuk dari seseorang yang terinfeksi TBC.

"Resiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah, satu tempat kerja dengan penderita TBC," terang dr Anugrah Dwitami Hafid.

Halaman:

Tags

Terkini