8. Putu Cangkiri'
Jika dilihat dari suku katanya, Putu Cangkiri’ ini terdiri atas dua suku kata, yaitu: Putu; panganan dari beras ketan dan Cangkiri’ yang berarti “cangkir”.
Jadi Putu Cangkiri’ ini adalah panganan dari ketan yang bentuknya menyerupai bagian bawah cangkir jika posisinya diletakkan terbalik.
Putu Cangkir biasanya dibuat dengan dua varian rasa, yaitu manis dengan gula merah dan gula putih.
Jika menggunakan gula merah, maka otomatis warna Putu Cangkir juga merah begitupun ketika menggunakan gula putih (gula pasir).
9. Onde - Onde
Onde-onde merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang wajib ada pada ritual syukuran.
Kue tradisional ini memiliki cita rasa yang nikmat. Isian serutan gula merah yang lumer memberikan rasa manis legit yang khas.
Sementara adonan tepung beras dan parutan kelapa memberikan cita rasa gurih yang tipis. Perpaduan rasa ini cukup memanjakan lidah.
10. Songkolo Begadang
Umumnya kuliner yang satu ini lebih dikenal dengan ketan serundeng.
Tapi di Makassar, kuliner ini sering disebut dengan songkolo bagadang.
Dinamakan songkolo bagadang karena terbuat dari songko yang berarti beras ketan dan bagadang berasal dari kebiasaan warga yang menyantapnya saat tengah malam atau dini hari sebagai sarapan.(*)
Artikel Terkait
'Kessi' Inilah Sejarah Asal Mula Nama Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan
Tiga Daerah di Sulawesi Selatan Masuk Zona Merah El Nino, Ini Daftar Wilayahnya
Masuk Kategori Zona Merah El Nino di Sulawesi Selatan, Begini Luas Persawahan Daerah yang Terdampak
Indonesia Terancam Dampak El Nino, 10 Daerah Ini Penghasil Beras Terbanyak di Sulawesi Selatan
Pengen Liburan di Kabupaten Bone, Lokasi Ini Cocok Jadi Tujuan Wisata