Tempat wisata ini menyimpan jejak kepercayaan Aluk Todolo yang dianut masyarakat Suku Toraja masa dahulu.
Tradisi penguburan bayi pada batang pohon ini disebut Passiliran.
Pohon yang digunakan dalam tradisi ini juga tidak sembarangan.
Melainkan dilakukan pada pohon Tarra, sejenis pohon sukun dengan ukuran yang besar dan telah berusia ratusan tahun.
Pohon Tarra yang digunakan merupakan simbol seorang ibu.
Bayi yang telah meninggal dikuburkan di batang pohon dengan kondisi dan posisi sebagaimana saat berada di dalam rahim.
Kemudian jenazah bayi ditutup dengan ranting-ranting pohon.
Bayi yang meninggal akan dimakamkan di pohon ini dengan syarat bayi tersebut meninggal dalam usia kurang dari 6 bulan, belum tumbuh gigi, belum bisa berjalan, dan masih menyusui.(*)
Artikel Terkait
Tak Hanya Beautiful Malino, Festival Salo Karajae Masuk Event Tahunan Andalan Kota Parepare
8 Destinasi Wisata Kota Parepare terfavorit 2023 yang Wajib Anda Kunjungi. Nomor 4 Jangan Sampai Lolos
Fakta Menarik Kota Parepare Dari Tanah Kelahiran Presiden Ketiga RI Hingga Kota Terkecil di Sulawesi selatan
Mengenal Asal Usul Nama Kabupaten Tana Toraja, Konon Berasal dari Orang Bugis Sidenreng dan Orang Luwu
Legenda Kepercayaan Aluk Todolo, Mitos dan Dunia Magis di Tana Toraja