"Jika berdasarkan perkiraan dan hanya tembak-tembak, berarti ini perkiraan yang tidak masuk akal karena dari ratusan ribu jadi jutaan. Perkiraan hitungan yang berbahaya untuk masyarakat," sambung Andi.
Pelanggan merasa dipaksa untuk menerima angka yang muncul tanpa ada proses verifikasi balik yang memadai dan pertanggungjawaban dari data tersebut.
Baca Juga: Primkoppol Polres Bulukumba Gelar RAT Ke-49, Dirangkaikan Buka Puasa Bersama
"Saya bahkan sempat mendapat negosiasi untuk membayar secara bertahap. Ini bukan soal angkanya, tapi dasar saya harus membayar sebesar itu sementara bengkel saya tutup. Tapikan pihak PLN sendiri yang tidak bisa perlihatkan," sesalnya.
Lonjakan tagihan tanpa bukti ini memicu sentimen negatif terhadap pelayanan publik di Bulukumba.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Dorong Kolaborasi Bisnis dan Edukasi Lingkungan dengan Thailand
Warga berharap pihak PLN tidak hanya sekadar memberikan jawaban normatif atau menyalahkan petugas lapangan dan masyarakat.
Tetapi pihak PLN diharapkan mampu mempertanggungjawabkan angka tagihan yang dikeluarkan secara teknis dengan data yang jelas. (*)
Artikel Terkait
Meleset dari Target Purbaya, THR ASN Belum Cair di Pekan Kedua Ramadan
Rumah Qur’an DDM Bangun Masjid Ar-Rahman, Pemkab Sinjai Beri Dukungan Penuh
Paduppa Resort Bulukumba Terbakar, Wisata Pantai Tanjung Bira Geger
Bulukumba Raih Penyaluran MBG 100 Persen, Ketua TP PKK Jadi Narasumber Rakorda Bangga Kencana Sulsel
Bulukumba Terima Tiga Penghargaan pada Rakorda Bangga Kencana Sulsel 2026
Update Kebakaran Paduppa Resort Bira, Satu Orang Korban Ditemukan Hangus Terbakar
DP2KBP3A Bulukumba Jadi Motor Perencanaan Kependudukan, Raih Penghargaan Bangga Kencana Sulsel
Berkah Ramadhan, Syahruni Haris Salurkan Kurma untuk Warga dan Masjid di Bulukumba