Sulawesinetwork.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dirangkaikan dengan kegiatan Safari Ramadan tahun 2026 secara bersamaan di 10 kecamatan. Kegiatan ini diawali di Kecamatan Gantarang, Senin, 23 Februari 2026.
Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Gantarang dimulai pukul 16.00 WITA di halaman Kantor Camat Gantarang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Taqwa Ponre.
Baca Juga: Safari Ramadan Sinjai 2026: Wabup Andi Mahyanto Mazda Serap Aspirasi di Masjid Darul Mawaddah
Turut hadir mengikuti Musrenbang, Ketua DPRD Umy Asyiatun Khadijah, para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Kepala Bapperida Bulukumba, Andi Irma Darmayanti, dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang Kecamatan bertujuan untuk menampung usulan program dan kegiatan dari masyarakat yang kemudian dirumuskan menjadi program prioritas kecamatan sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa proses perencanaan ini mengedepankan pendekatan partisipatif yang disinkronkan dengan pendekatan politik, teknokratik, top-down dan bottom-up. Sebelumnya, penjaringan aspirasi masyarakat telah dilakukan melalui Musrenbang tingkat desa dan kelurahan yang kemudian ditindaklanjuti pada tingkat kecamatan.
Baca Juga: Bupati Bantaeng Resmi buka Festival Ramadhan Bangkit 2026, Dukung UMKM Lokal Tumbuh dan Berkembang
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus selaras dengan RPJMD Kabupaten Bulukumba Tahun 2025–2029.
Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD dengan tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui Percepatan Transformasi Digital.”
Adapun enam prioritas pembangunan Kabupaten Bulukumba meliputi:
Baca Juga: Daftar Besaran Zakat Fitrah Sinjai 1447 H: Minimal Rp35 Ribu, Simak Panduan Lengkap Baznas
1. Peningkatan akses dan kualitas kesehatan, pendidikan, kualitas keluarga, generasi muda, kesetaraan gender, perlindungan anak, serta penguatan nilai keagamaan dan kebudayaan.
2. Peningkatan produktivitas unggulan daerah melalui hilirisasi pertanian dan perikanan untuk ketahanan pangan berbasis ekonomi hijau dan biru.