Wilayah ini berada sekitar 550 kilometer dari Kota Makassar dengan kondisi akses yang tergolong ekstrem.
Saat ini, perjalanan menuju Seko masih harus melalui jalan berlumpur, berbatu, dan jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya dapat mencapai Dusun Paladoan, sementara perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Sinjai Capai 10 Persen, Bupati Ratnawati Target Rampung Juli 2026
Untuk meningkatkan aksesibilitas, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersama Pemprov Sulsel bersepakat melakukan pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.
“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang,” kata Andi Ihsan. Ia menjelaskan bahwa proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan terpisah dengan APBD Sulsel dan saat ini paket dari KemenPU telah memiliki pemenang.
Baca Juga: Sekda Sulsel Tekankan Kepatuhan Aturan dalam Wacana Pemekaran Luwu Raya
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyebut berbagai proyek infrastruktur tersebut merupakan bentuk perhatian Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah Luwu Raya.
“Itu paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya sudah merupakan bentuk atensi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan Luwu Raya,” ujar Jufri Rahman. (*)
Artikel Terkait
Fahidin HDK dan H. Safiuddin Hadiri Musrenbang Kelurahan Loka, Bahas Prioritas Pembangunan 2027
BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Wajib, Sekolah Boleh Menolak
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
Bupati Bulukumba Serahkan Program IBM Sanimas 2025 di 19 Desa dengan Total 517 Unit
Pemkab Barru Raih Universal Health Coverage Awards 2026 Kategori Madya
Jelang Hari Jadi ke-66, DPRD Bulukumba Susun Naskah Sejarah Kabupaten, Libatkan Tokoh Budaya
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Tata Kelola Bank Sulselbar Berkelanjutan
BPK Serahkan LHP Kinerja Bank Sulselbar kepada Pemprov Sulsel