Penunjukan PELSA juga bukan sekadar formalitas, melainkan melalui proses seleksi sehingga diharapkan mampu menyosialisasikan berbagai program kesehatan hewan secara optimal kepada masyarakat.
Kabupaten Barru sendiri memiliki potensi besar di sektor peternakan dengan populasi ternak sebagai berikut:
Baca Juga: Gerak Cepat Gubernur Sulsel. Kadis DBMBK Sulsel Kunjungi Ruas Sungguminasa-Malino
1.Sapi: 32.275 ekor
2.Kerbau: 21 ekor
3.Kambing: 4.954 ekor
4.Kuda: 1.197 ekor
5.Ayam buras: 710.901 ekor
6.Ayam ras petelur: 400.333 ekor
7.Ayam ras pedaging: 362.057 ekor
8.Itik: 131.431 ekor
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., menegaskan bahwa ketersediaan data dan informasi kesehatan hewan yang akurat sangat menentukan keberhasilan pengembangan populasi, produksi, dan produktivitas peternakan sesuai arah kebijakan ketahanan pangan nasional.
Ia juga berharap peserta PELSA mampu menjadi pelapor yang aktif dan responsif di setiap dusun.
Selain itu, ia menambahkan pentingnya percepatan tanam atas bantuan benih yang telah diberikan, khususnya pada lahan kering atau lahan tidak produktif.
Artikel Terkait
Pemkab Barru Gelar Rakor Pencegahan Korupsi Bersama KPK: Tingkatkan MCSP dan Tindak Lanjut Rekomendasi
Perjalanan Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, dari Golkar hingga Respons PDIP
Pemkab Barru Perkuat Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan: Bupati Andi Ina Soroti Akurasi Data Kepesertaan
Bupati Barru Dukung Penuh Kongres PGRI, Siapkan Aula MPP untuk Pemilihan Ketua Baru
Bupati Bantaeng Lantik 94 Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional, Ini Daftarnya
Komitmen Hadirkan Data Sektoral Berkualitas, Damkar Polman Hadiri Forum Satu Data
Visi Barru Berkeadilan Dapatkan Apresiasi Kemenkumham: Raih Piagam Pos Bantuan Hukum Tercepat Kedua