“Dukungan teknologi dan jaringan dari sektor swasta akan memperkuat sistem komunikasi serta distribusi logistik saat keadaan darurat,” ujarnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, kolaborasi memperkuat sistem manajemen risiko bencana lintas wilayah, mengoptimalkan penggunaan sarana prasarana, dan mempercepat alur koordinasi.
Dengan dukungan sektor swasta, standar operasional damkar di Sulsel semakin adaptif terhadap kondisi lapangan.
Baca Juga: Bupati Sinjai: Haornas 2025 Jadi Momentum Perkuat Prestasi dan Karakter Generasi Muda
Pemprov memposisikan diri sebagai fasilitator efektif yang memperkuat sinergi antardaerah. Hal ini mendukung pencapaian target tata kelola pemerintahan adaptif dan responsif terhadap isu strategis keselamatan publik.
Bagi masyarakat di perbatasan Makassar–Maros akan lebih terlindungi karena respon kebakaran lebih cepat dan terintegrasi. Risiko kerugian akibat kebakaran, baik jiwa maupun harta, dapat ditekan secara signifikan.
Warga yang beraktivitas di area padat mobilitas seperti bandara, jalur tol, dan kawasan industri akan merasakan peningkatan keamanan karena adanya sinergi lintas wilayah ini. (*)
Artikel Terkait
Daftar Menteri-Wamen yang Dilantik Prabowo, Menkop dan Menpora Terseret Reshuffle
IFG Symphony Choir Raih Gold Medal di Nusantara International Choir Folk Festival 2025
Istana soal Reshuffle Kabinet Prabowo Munculkan Spekulasi Politik: Tak Ada Istilah ‘Bersih-Bersih’
Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi Kebakaran di Jalan Baji Dakka, Serahkan Santunan untuk Korban
Pemkab Sinjai Gelar Penyuluhan Lingkungan, Tekankan Kepatuhan RKL-RPL
Erick Thohir Stop Naturalisasi Baru, Anggap Liga dan Diaspora Sudah Cukup untuk Timnas Indonesia
Kemenkop Buka Lowongan Kerja untuk S1 Semua Jurusan, Posisi PMO Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih