Sulawesinetwork.com - Maulid Nabi diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender islam.
Masyarakat yang beragama islam tentunya menyambut hari istimewa ini dengan penuh suka cita.
Bukan hanya di Indonesia, mungkin saja seluruh umat muslim yang ada di dunia turut memperingatinya.
Baca Juga: Kebingungan dan Lambat Respon Bawaslu Jadi Penyebab Kerawanan Pemilu Terjadi
Di Indonesia sendiri dikenal dengan berbagai keanekaragaman budaya dalam memperingati maulid nabi.
Terkhusus di Sulawesi Selatan (Sulsel), peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sangat identik dengan "Bunga Male".
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan "Bunga Male"?
Bunga Male sendiri merupakan tradisi kesyukuran warga Sulsel dalam memperingati hari-hari penting seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bunga Male adalah seni merangkai kertas warna-warni yang menghiasi telur ayam dan tusuk bambu dengan sedemikian rupa.
Telur-telur tersebut kemudian ditancap kebatang pisang yang telah disiapkan dalam wadah yang berisi "songkolo" atau yang diartikan sebagai beras ketan yang telah dimasak dengan santan.
Baca Juga: Total Penerimaan ada 1.322 formasi. Berikut Link Lengkap Pendaftaran PPPK 2023 Pemkab Sidrap
Namun ada yang lebih penting dari hiasan Bunga Male tersebut adalah makna dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan maulid nabi di sulsel identik dengan telur, tusuk bambu, batang pisang dan songkolo.
Artikel Terkait
Keutamaan Mendidik Anak dalam Islam Menurut Hadits Rasulullah SAW, Lebih Baik dari Sedekah
Ingat! Tidak ada Jadwal Libur di Tahun Baru Islam 1445 H, Ini Penjelasan SKB 3 Menteri
Sebagai Wilayah Kerajaan Islam Tertua di Sulawesi Selatan, Inilah Sejumlah Fakta Menarik Kota Palopo
Diperingati Setiap 12 Rabiul Awal, Lalu Bagaimana Sejarah Sesungguhnya Maulid Nabi Muhammad SAW?
Inilah Sosok yang Pertama Kali Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia
Hanya Ada di Sulsel, Tradisi Unik dalam Memperingati Maulid Nabi: Perayaan Islam Bercampur Kearifan Lokal