Ia juga mengklarifikasi perihal mobil yang terparkir di luar rumah karena adanya sedikit kekeliruan ukuran garasi, sehingga kendaraan tidak bisa masuk sepenuhnya.
Namun, hal itu justru dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perusakan.
Baca Juga: Gak Lagi Kuno! Pemprov Sulsel Tantang Gen Z Sulap Wastra Lokal Jadi Tren Fesyen Global
Sherly mengaku terpaksa memublikasikan teror ini karena ancaman yang diterima sudah mulai melibatkan anggota keluarganya, khususnya sang adik.
Sebelumnya, ia mengaku sering menerima pesan teror melalui Direct Message (DM) dengan pola yang serupa.
"Jadi kalau ada hal-hal aneh terjadi setelah ini, teman-teman setidaknya sudah tahu urutan peristiwanya," tegas Sherly sebagai bentuk perlindungan diri.
Meski menjadi korban, Sherly tetap menyampaikan pesan bijak. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun dan rentetan bencana di Sumatera sebagai pengingat untuk membangun bangsa dengan cara yang adil dan benar.
Ia berharap aksi teror terhadap penggiat sosial tidak lagi terjadi demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur.(*)