nasional

Bapanas Ungkap Alasan Harga Beras Masih Naik Meski Stok Bulog Melimpah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:47 WIB
Ilustrasi - Stok beras bulog (Dok. Humas Kementan)

Selain persoalan distribusi, BPS juga mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi El Nino dan kekeringan yang diperkirakan terjadi pada September hingga Desember 2026.

Ateng mengatakan prediksi tersebut mengacu pada informasi BMKG mengenai potensi El Nino yang juga disertai fenomena Indian Ocean Dipole (IOD).

Kondisi curah hujan yang rendah berpotensi memengaruhi produksi dan kembali mendorong kenaikan harga beras.

Baca Juga: Kemenpora Digeruduk Warganet Usai Viral, Pakai Foto Cindy Gulla Tanpa Izin

“Karena kalau kita cermati, kita pernah mengalami inflasi yang cukup tinggi pada saat adanya El Nino. Ingat di tahun 2023 yang lalu pada saat adanya curah hujan yang rendah atau identik dengan El Nino, itu terutama terjadi pada bulan September, dan di bulan September tersebut ini terjadi inflasi yang cukup tinggi untuk beras, yaitu 5,61 persen,” kata Ateng.

Menurut Ateng, beras memiliki kontribusi cukup besar terhadap inflasi. Pada Februari, inflasi beras juga tercatat mencapai 5,32 persen.

Baca Juga: BGN Evaluasi Insentif Rp6 Juta SPPG, Sudaryono: Tunggu Tanggal Mainnya

Karena itu, pemerintah diminta terus mencermati perkembangan harga beras dalam beberapa bulan ke depan, terutama ketika curah hujan diperkirakan relatif rendah.

Kecepatan distribusi SPHP, ketepatan penyaluran bantuan pangan serta kesiapan menghadapi potensi kekeringan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus mengendalikan inflasi pangan nasional. (*)

Halaman:

Tags

Terkini