Sulawesinetwork.com – Belum genap tiga bulan berlalu sejak bencana besar menghantam Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, wilayah ini kembali dipaksa menghadapi amukan alam.
Pada Rabu (18/2/2026), rentetan bencana banjir dan tanah longsor dilaporkan kembali melumpuhkan sejumlah titik, menciptakan situasi darurat di tengah proses pemulihan warga.
Kondisi ini terasa kian menyesakkan mengingat luka akibat bencana November 2025 lalu masih basah.
Baca Juga: Sekda Sulsel Pimpin HLM TPID dan TP2DD, Perkuat Koordinasi Jelang Ramadan–Idulfitri 2026
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini masih ada sekitar 1.600 warga yang bertahan di pengungsian sejak akhir tahun lalu.
Kini, jumlah tersebut terancam bertambah seiring datangnya bencana susulan.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui unggahan di media sosial pribadinya (@masinton), membagikan potret memilukan wilayahnya yang kembali terkepung air dan material longsor.
Baca Juga: Upayakan Pengembangan Kompetensi ASN, Pemkab Bantaeng Gandeng STIA LAN Makassar
Ia menyebut situasi ini sebagai ujian yang sangat berat bagi masyarakat Tapteng.
"Dalam satu minggu ini saja, Tapanuli Tengah sudah dua kali diterjang banjir kembali, yakni pada 11 Februari dan 16 Februari 2026," ungkap Masinton dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Rekaman video yang dibagikan memperlihatkan pemukiman warga yang terendam luapan air, serta akses jalan utama yang amblas dan terputus total akibat pergeseran tanah.
Baca Juga: Cetak Dua Gol, Kepala BKN RI Prof Zudan Warnai Laga Persahabatan Pemprov Sulsel-BKN
Kondisi ini praktis mengisolasi beberapa desa dan menghambat distribusi bantuan.
Menanggapi situasi yang kian kritis, pemerintah daerah telah menginstruksikan evakuasi besar-besaran, terutama bagi warga yang tinggal di zona merah rawan longsor.
Artikel Terkait
Pemkab Sinjai Lobi PUPR, Usulkan Proyek Strategis Cegah Banjir dan Amankan Air Baku
Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi Barru: Bupati Andi Ina Turun Langsung Pimpin Penanganan Darurat
Tindak Lanjut Instruksi Bupati: DLH Barru Tinjau Lokasi Tambang Penyebab Banjir di Mallusetasi
Mitigasi Bencana Banjir, Gubernur Sulsel Normalisasi Sungai Suli di Luwu Senilai Rp18,7 Miliar
Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Gubernur Sulsel Salurkan Tiga Truk Air Bersih Siap Minum untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
PUPR Sinjai Keruk Drainase di Tekolampe dan Yahya Mathan Cegah Banjir Kota
Tim Kemanusiaan Pemkab Barru Tembus Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Alat Kebersihan dan Logistik untuk Korban Banjir
Sumbar Berduka Lagi! Banjir dan Longsor Terjang Agam hingga Padang, Warga Histeris Takut Rumah Ambruk
BPBD Sulsel Salurkan Bantuan Logistik ke Pengungsi Banjir Kota Makassar