Sulawesinetwork.com - Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, holding pengelola aset negara, Indonesia Financial Group (IFG) memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan masyarakat melalui perlindungan finansial berbasis asuransi.
Selain menjalankan koordinasi aktif dengan BUMN lain dalam penanganan bencana, IFG juga mendorong peningkatan literasi proteksi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko nasional.
Baca Juga: Sinergi Pemkab Bantaeng dan TNI AD dalam Ziarah Peringatan Hari Juang TNI AD ke-80 di TMP Sasayya
Melalui sinergi lintas sektor yang digerakkan Danantara, IFG berperan dalam menyediakan solusi perlindungan yang komprehensif, mulai dari kendaraan, properti, jiwa hingga keberlangsungan usaha, sebagai langkah preventif menghadapi dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Indonesia kini memasuki periode peningkatan curah hujan menuju puncak musim hujan.
Baca Juga: Wabup Barru Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Dalam tiga bulan terakhir, intensitas hujan menunjukkan tren kenaikan signifikan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Fenomena La Nina lemah diperkirakan bertahan hingga Maret 2026, meskipun dampaknya terhadap intensitas hujan dinilai tidak terlalu signifikan pada puncak musim nanti.
Namun demikian, risiko bencana hidrometeorologi tetap tinggi. Berdasarkan data BNPB, terdapat 354 kecamatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang serta tanah longsor pada akhir November 2025.
Dampak bencana mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas usaha, ribuan warga mengungsi, hingga korban jiwa.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Salurkan Tiga Truk Air Bersih Siap Minum untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Bencana serupa juga terjadi di Bali pada Agustus 2025, di mana banjir berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. BPBD Bali mencatat kerusakan 514 bangunan dengan estimasi kerugian mencapai Rp28,9 miliar, termasuk kendaraan yang terendam air, kerusakan rumah tinggal, terhentinya kegiatan ekonomi, dan korban jiwa.
“Rangkaian peristiwa tersebut menjadi alarm bahwa bencana dapat datang kapan saja, dan proteksi asuransi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujar Denny S Adji, Sekretaris Perusahaan Indonesia Financial Group (IFG).
Artikel Terkait
Bupati Barru Dukung Penuh Kongres PGRI, Siapkan Aula MPP untuk Pemilihan Ketua Baru
WALHI Minta Pemerintah Belajar dari Bencana Sumatera, Desak Hentikan Pemberian Izin Perusahaan Penambangan
Pemkab dan Forkopimda Sinjai Gelar Rakor Penanggulangan Bencana: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Keharusan
Tarkam Bulukumba 2025 Pecahkan Rekor Peserta: 1.000 Lebih Warga Siap Ramaikan, Target Ekonomi Masyarakat
Sulsel Masuk Tiga Besar Nasional: Wabup Barru Hadiri Evaluasi TPPS, Perkuat Sinergi Penurunan Stunting
Gerak Cepat Gubernur Sulsel. Kadis DBMBK Sulsel Kunjungi Ruas Sungguminasa-Malino
Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang