Dalam paparannya, Zulhas menjabarkan rincian nilai ekonomi MBG.
Menko Pangan itu menjelaskan, pemerintah membutuhkan telur sekitar 368 ribu ton per tahun senilai Rp11 triliun, ikan 415 ribu ton setara Rp17,85 triliun," papar Zulhas.
"Daging ayam 663 ribu ton bernilai Rp26,5 triliun, serta beras 2,3 juta ton bernilai Rp31 triliun," imbuhnya.
Baca Juga: Residivis Spesialis Rumah Kosong di Bulukumba Diringkus! Pecah Kaca Jendela, Curi Emas dan Pompa Air
Jika seluruhnya dipasok dari petani dan peternak lokal, efek domino yang tercipta diyakini sangat besar.
Kendati demikian, Zulhas mengingatkan realisasi potensi tersebut bergantung pada kemampuan sektor pangan dalam negeri untuk memenuhi lonjakan permintaan.
“Kita ingin semua bahan dari dalam negeri, tapi pasokannya harus siap. Jangan sampai harga naik tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: 10 Tahun Baru Perbaikan, Bupati Bantaeng Tinjau Langsung Pengaspalan Jalan di Onto
Pemerintah disebutnya tengah menyiapkan mekanisme distribusi dan pembiayaan yang efisien agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat luas.
Zulhas: Investasi Sumber Daya Manusia
Zulhas menegaskan, MBG harus dilihat sebagai strategi membangun kualitas manusia, bukan semata bantuan pangan.
Baca Juga: Haji 2026: Masa Tinggal 41 Hari, Segini Biaya Haji per Jemaah
Dengan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, program ini diharapkan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Ia pun berharap seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan pemerintah daerah, ikut mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan tepat sasaran.
“Kalau ini berhasil, hasilnya baru akan terlihat dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan,” ujar Zulhas.
Artikel Terkait
Persiapan Peresmian Masjid Baiturrahman H Lawe Zam Zam Centre, Wabup Barru Fokus pada Drainase dan Area Parkir
Gubernur-Wagub Kompak Bersama Pecinta Vespa Plus OKP Serta Tanam Tabebuya Sepanjang CPI
Sulsel Dapat Bantuan Rp281 Miliar di Bidang Perkebunan dan Holtikultura dari Kementerian Pertanian
Mitigasi Bencana Banjir, Gubernur Sulsel Normalisasi Sungai Suli di Luwu Senilai Rp18,7 Miliar
Dana Pemda Selisih Rp18 Triliun di Kemendagri dan BI, Mendagri Tito Beberkan Penyebabnya
Jasindo dan Bahana Sekuritas Perkuat Sinergi Ekosistem IFG melalui Kolaborasi Bisnis dan Literasi Keuangan
Mendagri Tito Minta Pemda Lebih Prioritaskan Anggaran untuk Program Pro Rakyat, Pola Belanja Disorot