“Kalau subsidi berkurang bukan berarti naikin harganya, dicari sumber-sumber yang penghasil listrik yang pembiayaannya murah. Namanya usaha,” terangnya.
Untuk perhitungan estimasi penerapannya, Purbaya menyatakan akan diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pihaknya akan fokus pada anggaran dan investasi di awal program.
“Pasti pertama ada pembiayaan sedikit kan, awalnya ada investasi. Kita akan hitung ulang itu,” kata Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani ini.
“Kalau investasi besar tapi betul-betul menghasilkan, nanti begitu jadi listrik yang lebih murah, yang bisa mengurangi subsidi dalam berapa puluh tahun ke depan, saya nggak akan ragu untuk membiayainya. Maunya pengurangan subsidi hilang semua, tapi nggak segampang itu, sedang dikembangkan teknologinya untuk lebih murah lagi,” paparnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Justru Temukan Arah Karier dari Pencari Kerja ke Pencipta Lapangan Usaha
Purbaya juga mengatakan telah melihat desain PLTS untuk membuat baterai dan solar panel sendiri, meski menjanjikan namun menurutnya masih ada yang perlu diperbaiki.
“Tapi itu pasti kelihatannya ke depan akan bisa dicapai,” tandasnya. (*)
Artikel Terkait
Raihan Anak Pengupas Bawang di Makassar: Tanpa Sekolah Rakyat, Saya Tak Bayangkan Bisa Sekolah
208 Warga Binaan Ikut Perkemahan Satya Dharma Bhakti di Lapas Makassar
Rekam Jejak Dony Oskaria yang Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN, Terungkap Punya Kekayaan Rp33,5 Miliar
Menkeu Purbaya ke BGN untuk MBG, Dana Nganggur Bakal Ditarik dan Dialihkan
Sejauh Menaker Yassierli Kejar Target Lapangan Kerja, Ada Seleksi Karyawan yang Jadi Rintangan
Pemkab Sinjai Lobi PUPR, Usulkan Proyek Strategis Cegah Banjir dan Amankan Air Baku
Gubernur Sulsel-Kaltara Perkuat Ikatan, Bahas Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat