info-sulawesi

Pangkajeʼneʼ siagang Liuʼ-liukang! Asal Muasal Nama Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan

Selasa, 6 Juni 2023 | 20:05 WIB
Destinasi Wisata Pulau Kapoposang, Pangkep

Sulawesinetwork.com - Pangkep atau Pangkajene dan Kepulauan adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Berjarak sekitar 53 Km dari Kota Makassar atau sekitar 1,2 jam perjalanan melalui jalur darat.

Pangkep atau Pangkajene dan Kepulauan adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Berjarak sekitar 53 Km dari Kota Makassar atau sekitar 1,2 jam perjalanan melalui jalur darat.

Kabupaten yang sebelumnya disebut Pangkajene Kepulauan ini beribu kota di Pangkajene.

Baca Juga: DDI Mattoanging Wisuda 390 Santri dan Santiwati, Pemkab Bantaeng Dorong Peningkatan Pendidikan

Pangkajene dan Kepulauan berasal dari kata Pangkajeʼneʼ siagang Liuʼ-liukang, atau disingkat dengan sebutan Pangkep.

Kata “Pangkajene” (Bahasa Makassar), berasal dari dua kata yang disatukan, yaitu “Pangka” yang berarti cabang dan “Je’ne” yang berarti air, dinamai demikian karena pada daerah yang dulunya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Barasa itu, terdapat sungai yang bercabang, yang sekarang dinamai Sungai Pangkajene.

Sampai saat ini belum didapatkan keterangan yang tegas, sejak kapan nama “Pangkajene” menggantikan nama yang popular sebelumnya, ‘Marana’.

Baca Juga: Messi Resmi Bergabung Al Hilal, Segini Nilai Kontrak dan Alasan Kepindahannya

Menurut beberapa sumber, awalnya yang dikenal adalah Kampung Marana, dan sungai yang membelah kota Pangkajene sekarang ini dulunya bernama Sungai Marana.

Dahulu terdapat tiga sungai besar yang mengelilingi Kampung Marana yang menjadikannya tempat strategis transportasi karena berada di persimpangan sungai tua dari Paccelang, sungai tua dari Baru – baru dan sungai tua dari Siang (SengkaE).

Pada percabangan sungai tersebut, dahulunya banyak digunakan sebagai tempat aktifitas perdagangan. Dimana saja ada muara sungai yang bercabang, biasa disebut “Appangkai Je’neka” maka daerah itu akan menjadi ramai.

Baca Juga: Bos Ali Akan Menikah Lagi dengan Gadis Sulsel, Toko Langganan Emak-Emak Jamaah Haji dan Umrah

Sekarang tempat dimana terdapat (berdekatan) dengan percabangan sungai tersebut sudah sejak lama ramai karena dijadikan tempat pelelangan ikan. Penduduk setempatnya menyebutnya Lelonga.

Ketiga sungai tersebut menjadikan Kampung Marana ramai karena berada di persimpangan cabang sungai (Bahasa Makassar : Pangkana Je’neka) dan di situ pula terjadi pertemuan dalam ikatan janji, baik dalam bentuk persahabatan, memperkuat jalinan kekerabatan maupun untuk kepentingan perdagangan.

Halaman:

Tags

Terkini