info-sulawesi

Kota 15 Menit: Revolusi Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Hidup di Perkotaan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Syahrullah Sanusi. S.Sos., M.Si

Empat Pilar yang Menopang Konsep Ini

Perencana wilayah yang mengusung gagasan ini umumnya menekankan beberapa prinsip kunci.

Pertama, keberagaman fungsi lahan dalam satu kawasan kecil—perumahan, tempat kerja, ritel, dan ruang publik harus hidup berdampingan, bukan terpisah oleh zonasi kaku.

Kedua, kepadatan yang cukup untuk membuat layanan lokal secara ekonomi layak dijalankan, tanpa harus menjadi kepadatan yang menyesakkan.

Baca Juga: Izzatul Husna Harumkan Nama Bulukumba, Raih Gelar Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sulsel 2026

Ketiga, kedekatan fisik yang nyata—jarak yang bisa ditempuh tanpa kendaraan bermotor.

Keempat, konektivitas jalur pejalan kaki dan sepeda yang aman dan menyenangkan, bukan sekadar trotoar sempit yang terjepit di antara arus kendaraan.

Tantangan yang Tidak Bisa Diabaikan

Tentu saja, konsep seindah apa pun akan berhadapan dengan kenyataan yang rumit. Kota-kota yang sudah telanjur terbentuk selama puluhan bahkan ratusan tahun tidak bisa dirombak dalam semalam.

Baca Juga: Pemkab Bulukumba Tertibkan Parkir Tepi Jalan, 35 Petugas Dibekali Rompi dan ID Card

Ada tantangan kepemilikan lahan, resistensi dari sektor ritel skala besar yang justru diuntungkan oleh pola belanja terpusat, hingga kesenjangan sosial—di mana kawasan mahal lebih mudah mendapatkan fasilitas lengkap dibanding kawasan pinggiran yang kurang terlayani.

Ada pula kritik yang lebih tajam: sebagian kelompok mengaitkan konsep ini dengan teori konspirasi soal pembatasan mobilitas warga, meski para perencana kota menegaskan tujuannya justru sebaliknya—memberi warga lebih banyak pilihan, bukan membatasi kebebasan bergerak mereka.

Relevansi bagi Kota-Kota di Negara Berkembang Bagi kota-kota yang sedang tumbuh pesat, termasuk banyak kota besar di Indonesia, gagasan ini punya relevansi ganda.

Baca Juga: Wabup Bulukumba Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Jaga Sungai, Jangan Hanya Berakhir Diskusi

Alih-alih meniru pola pertumbuhan kota-kota Barat yang telanjur bergantung pada kendaraan pribadi, ada kesempatan untuk merancang kawasan-kawasan baru dari awal dengan prinsip kedekatan dan keberagaman fungsi—daripada harus melakukan perombakan mahal di kemudian hari.

Halaman:

Tags

Terkini

Judi Online: Ancaman Tersembunyi di Balik Layar Gawai

Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:16 WIB