info-sulawesi

Ketua Kadin Bulukumba Dorong Kebijakan Pro Peternak: Stabilitas Harga dan Pakan Jadi Kunci

Senin, 22 Juni 2026 | 20:14 WIB
Ketua Kadin Bulukumba, Syahruni Haris.

 

Sulawesinetwork.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap pelaku usaha peternakan, khususnya peternak ayam petelur dan ayam pedaging yang selama ini kerap menghadapi ketidakpastian harga pasar serta tingginya biaya produksi.

Menurut Syahruni, sektor peternakan merupakan salah satu penopang penting ketahanan pangan sekaligus sumber penghidupan ribuan masyarakat. Namun di sisi lain, para peternak masih sering berada pada posisi yang rentan akibat fluktuasi harga yang sulit diprediksi.

Ia menilai pemerintah perlu hadir lebih aktif melalui pengawasan pasar, pengendalian rantai distribusi, serta kebijakan yang berpihak kepada peternak agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pansus DPRD Bulukumba Lanjutkan Pembahasan RTRW, Tinggal Tunggu Persetujuan Substansi Kementerian ATR

"Peternak kita tidak boleh hanya dibutuhkan saat pasokan pangan diperlukan. Negara harus hadir memberikan perlindungan ketika mereka menghadapi tekanan harga maupun kenaikan biaya produksi. Jangan sampai peternak panen, tetapi justru mengalami kerugian karena harga jual jatuh di bawah biaya produksi," kata Syahruni Haris kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami peternak besar yang bermitra dengan perusahaan integrator, tetapi juga peternak mandiri yang mengelola usaha secara swadaya.

Syahruni menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang selama ini dikeluhkan peternak adalah tingginya biaya pakan yang menyumbang sebagian besar biaya produksi usaha peternakan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Bulukumba Fahidin HDK Ajak Warga Jadi Pendonor Rutin

Selain pakan, harga bibit ayam atau day old chick (DOC), vitamin, obat-obatan, hingga biaya operasional kandang juga sering mengalami kenaikan yang tidak sebanding dengan harga jual hasil ternak di tingkat peternak.

Berdasarkan berbagai laporan organisasi peternak nasional, biaya pakan dapat menyumbang lebih dari 60 persen total biaya produksi usaha ayam pedaging. Ketika harga pakan naik dan harga ayam hidup turun, peternak menjadi pihak yang paling terdampak. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah peternak ayam broiler di Indonesia dilaporkan mengalami kerugian karena harga jual ayam hidup berada di bawah harga pokok produksi.

"Sering kali harga pakan naik lebih cepat dibanding kenaikan harga jual ayam atau telur. Ketika panen tiba, harga justru turun. Situasi seperti ini tentu sangat berat bagi peternak karena margin usaha mereka semakin tertekan," ujar Wakil Ketua DPRD Bulukumba ini juga.

Baca Juga: Cetak Rekor, Produksi Beras 2026 Indonesia Naik Saat Produksi Dunia Turun

Ia menilai pemerintah perlu membangun sistem pengawasan yang lebih kuat terhadap tata niaga perunggasan nasional agar tidak terjadi ketimpangan yang merugikan peternak rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini