“Artinya hampir 50 persen sudah siap menerapkan sistem ini. Tidak banyak provinsi yang mampu seperti Sulsel dalam memahami pentingnya manajemen talenta,” jelasnya.
Menurut Prof Zudan, penerapan manajemen talenta menjadi strategi penting dalam mempercepat pencapaian visi dan misi kepala daerah melalui penyiapan kader-kader ASN terbaik.
“Dengan manajemen talenta, visi misi kepala daerah bisa lebih cepat tercapai karena dijalankan oleh kader-kader terbaik. Ke depan, kalau sistem ini sudah matang, maka mencari kader pemimpin birokrasi akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sulsel yang telah menerapkan sistem manajemen talenta pada pejabat eselon II, III, dan IV pada tahun 2025 dan awal 2026 baru-baru ini.
“Untuk Sulsel, penerapan pada pejabat eselon II, III, dan IV sudah berjalan dan berhasil. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel atas komitmennya ini bisa jadi contoh bagi daerah lain,” tutupnya. (*)