info-sulawesi

Tagihan Listrik Membengkak Hingga Jutaan, PLN Bulukumba Tak Sanggup Buktikan Data Penggunaan Daya

Kamis, 5 Maret 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi. Petugas PLN mengecek kilometer.

Sulawesinetwork.com - Keresahan melanda salah seorang pelanggan PT PLN (Persero) di wilayah Bulukumba menyusul laporan mengenai lonjakan tagihan listrik yang dianggap tidak wajar.

Tak tanggung-tanggung, tagihan yang biasanya hanya berkisar ratusan ribu rupiah, tiba-tiba membengkak hingga mencapai jutaan rupiah tanpa adanya penambahan beban elektronik yang signifikan.

Ironisnya, saat pelanggan mencoba melakukan klarifikasi, pihak PLN ULP Panrita Lopi diduga tidak mampu menyajikan bukti teknis atau data log penggunaan daya yang akurat untuk mendasari lonjakan tagihan tersebut.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Dukung Pengawasan DPRD, Pemprov Sulsel Pastikan Proyek Jalan Sesuai Spesifikasi

Salah satu pelanggan Andi yang juga merupakan pengusaha bengkel mengaku terkejut saat melihat tagihan listrik bulan Februari yang mencapai jutaan.

Andi menjelaskan bahwa sejak awal penggunaan di bulan Desember dirinya membayar tagihan sebesar Rp119.497, disusul bulan Januari sebesar Rp748.8080.

Hingaa memasuki bulan Februari, dirinya mengaku kaget lantaran tagihan yang terterah pada kertas tagihan sebesar Rp6.778.185.

Baca Juga: Kasus Campak di Sulsel Naik, Bupati Bantaeng Minta Orang Tua Vaksin Anaknya di Puskemas

Ia mengaku tidak ada perubahan gaya penggunaan listrik dan bahkan bengkel milikin sejak tanggal 18 hingga 30 Februari tidak lagi beroperasi.

"Tidak ada pekerjaan yang besar dan lebih. Bahkan bengkel saya sejak tanggal 18 tutup sampai sekarang tapi justru lebih besar penggunaan listrik saya," keluhnya Andi.

"Saya datang ke kantor PLN untuk bertanya, dari mana hitungannya? Tapi mereka hanya bilang itu sesuai meteran. Ketika saya minta bukti histori penggunaan saya, mereka tidak bisa menunjukkan data yang jelas," sambungnya.

Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kajati Sulsel atas Pembinaan Generasi Lewat Pildacil

Masalah utama yang disorot oleh masyarakat adalah ketidakmampuan pihak PLN memberikan penjelasan berbasis data yang transparan.

"Tidak ada catatan penggunaan daya saya. Bahkan pihak PLN sendiri yang menyatakan bahwa itu berdasarkan perkiraan saja. Kok tagihan yang diterbitkan berdasarkan perkiraan atau istilahnya tembak-tembak saja," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini