info-sulawesi

Makna Kepemimpinan Lahir dari Tekanan: Amran Sulaiman Berbagi Kisah dari PPL Bergaji Rp125 Ribu hingga Menteri

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:20 WIB
Mentari Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membawa materi di Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel.

Sulawesinetwork.com - Kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang keberanian memikul tekanan dan kesanggupan menjaga integritas. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kembali ke kampung halamannya di Makassar dan didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026.

Mentan membagikan perjalanan hidupnya dari seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga dipercaya memimpin Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tragis! Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok di Depan Ruang Sempro, Pelaku Diduga Dendam Masalah Asmara

Pada kegiatan bertema “Profesional dalam Berkinerja, Berkarakter dan Amanah dalam Kepemimpinan” yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan hampir 1.000 peserta. Amran tampil reflektif kembali ke Sulawesi Selatan.

Suasana forum kemudian menguat ketika ia menyinggung makna kepemimpinan yang sesungguhnya.

“Pemimpin itu indah dalam mimpi tetapi tidak indah dalam kenyataan. Itu sangat mudah diucapkan. Tetapi kalau menjadi pemimpin yang baik, adil dan jujur, insya Allah surga akan menunggu, itu diridhai, yang tidak adil akan kehilangan kehormatan,” kata Amran.

Baca Juga: Bekasi Barat Memanas! Emak-emak Geruduk Kantor SPPG, Protes Menu MBG Ramadan: Gak Pernah Bener, Begini Mulu!

Amran menuturkan, sekitar 40 tahun lalu ia seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), buruh kebersihan, hingga bertugas 8,5 tahun di wilayah perbatasan. Ia mengabdi selama 15 tahun sebelum akhirnya memilih keluar dan menjadi pengusaha, hingga dipercaya menjadi menteri.

“Gaji saya Rp125 ribu rupiah,” kenangnya.

Pengalaman itu, katanya, membentuk karakter disiplin dan tahan uji.

Baca Juga: Tegas! Anggota TNI Gagalkan Aksi Perang Sarung di Kebumen, Orang Tua Berterima Kasih Anaknya Diamankan

“Bayangkan hingga berdiri di sini banyak kisah menarik dalam perjalanan. Atasan ada dua tipe, ada yang menekan perasaan, ada juga yang menyanjung. Dua-duanya guru kita,” ujarnya.

Amran menekankan bahwa tekanan bukan untuk dihindari dalam menjalankan tugas atau amanah, melainkan dijalani. Menganalogikan dengan proses terbentuknya sebuah berlian.

Halaman:

Tags

Terkini