Sulawesinetwork.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi memulai program pembinaan karakter bagi aparatur negara melalui Ramadhan Leadership Camp 2026.
Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, pada Minggu pagi (22/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi Pemprov Sulsel untuk mengasah kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak hanya dari sisi manajerial dan teknokratis, tetapi juga menyentuh aspek integritas dan spiritualitas di tengah momentum bulan suci.
Baca Juga: Dekade Bersejarah PHINISI 2016: Siap Gelar Reuni Akbar 'Kita Berlayar Kembali' di Bulukumba
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa Ramadhan Leadership Camp dirancang sebagai sarana pembekalan komprehensif.
Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan wawasan kebangsaan serta pemahaman mendalam mengenai program prioritas nasional (Asta Cita) dan program prioritas Pemerintah Provinsi.
“Pembekalan ini menitikberatkan pada pembinaan karakter dan akhlak ASN agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui sinergi pusat dan daerah,” tegas Andi Sudirman.
Untuk memastikan materi yang diberikan berbobot, Pemprov Sulsel menghadirkan narasumber dari berbagai instansi pusat, mulai dari Kemendagri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan LKPP.
Kepala BPSDM Provinsi Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, melaporkan bahwa antusiasme peserta dalam program prioritas Gubernur ini sangat tinggi.
Tercatat sebanyak 938 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 735 Pejabat Struktural lingkup Pemprov Sulsel, 100 Kepala Sekolah, 16 Direksi BUMD dan seluruh jajaran panitia pelaksana.
Baca Juga: Di Balik Duka Tragedi Kontainer Karawang: Sifa Cari Cincin Kenangan Terakhir Bersama Mendiang Mama
“Kegiatan ini didasari kebutuhan akan ASN yang adaptif dan berintegritas guna menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang dinamis. Ramadan adalah momen tepat untuk menginternalisasikan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab,” ujar Prof. Jufri.
Uniknya, Ramadhan Leadership Camp ini tidak hanya mengukur kapasitas intelektual melalui pre-test dan post-test pada setiap materi.