Menurutnya, kualitas batik karya ibu-ibu Desa Topanda tidak kalah dengan batik produksi luar daerah.
“Secara desain dan kualitas, batik ini sangat bagus dan layak dibanggakan,” kata Hamzir.
Baca Juga: Musrenbang Kecamatan di Sinjai Jangkau 9 Wilayah, RKPD 2027 Jadi Fokus Utama
Untuk diketahui, awal proses usaha membatik ini adalah inisiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba kerjasama Dekranasda Bulukumba. Di bulan Desember 2025 yang lalu, puluhan calon pembatik dilatih dan didampingi oleh narasumber profesional dari Yogyakarta. Hasilnya kelompok pembatik, yang sebelumnya hanya memproduksi kain pantai ini sudah mampu memproduksi batik sendiri.(*)