Menurutnya, kualitas batik karya ibu-ibu Desa Topanda tidak kalah dengan batik produksi luar daerah.
“Secara desain dan kualitas, batik ini sangat bagus dan layak dibanggakan,” kata Hamzir.
Baca Juga: Musrenbang Kecamatan di Sinjai Jangkau 9 Wilayah, RKPD 2027 Jadi Fokus Utama
Untuk diketahui, awal proses usaha membatik ini adalah inisiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba kerjasama Dekranasda Bulukumba. Di bulan Desember 2025 yang lalu, puluhan calon pembatik dilatih dan didampingi oleh narasumber profesional dari Yogyakarta. Hasilnya kelompok pembatik, yang sebelumnya hanya memproduksi kain pantai ini sudah mampu memproduksi batik sendiri.(*)
Artikel Terkait
Jelang Ramadan 2026, Siswa Muslim Dapat Makanan Kering hingga Pembagian Khusus pada Pondok Pesantren
Akui Curi 100 Motor, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Resmob Polres Bulukumba
Transformasi Budaya Bersih di Sulsel: Gerakan ASRI Ubah Wajah Ruang Publik Makassar
HUT ke-66 Bulukumba: IPM Tembus 75,26, Andi Utta Beberkan Transformasi Strategis Daerah
Hari Jadi Bulukumba ke-66 Berlangsung Aman, Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 Gerindra, DPC Bulukumba Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung
Sulawesi Selatan Tampilkan Kriya Batu Alam dan Wastra Tenun Unggulan di INACRAFT 2026