info-sulawesi

OMC Pangkas 30 Persen Risiko Cuaca, Evakuasi Korban ATR 42-500 Diupayakan Menggunakan Helikopter

Jumat, 23 Januari 2026 | 12:18 WIB
Basarnas bersama BMKG membahas terkait proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500.

Sulawesinetwork.com - Operasi evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dapat dilakukan lebih optimal setelah kondisi cuaca membaik.

Membaiknya cuaca tersebut merupakan hasil pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan oleh BMKG Makassar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga memungkinkan penggunaan helikopter dalam proses evakuasi, seperti yang telah dilakukan pada evakuasi korban pertama sebelumnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii mengatakan OMC sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses evakuasi korban maupun puing pesawat. Kondisi cuaca yang sebelumnya didominasi hujan dan kabut tebal sempat menjadi kendala utama tim SAR gabungan, terutama untuk operasi udara.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Saksikan Penyerahan Black Box Pesawat ATR 42-500 PK-THT

"Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca sangat berpengaruh. Ini membantu kita mengurangi sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca sehingga helikopter bisa kita terbangkan untuk evakuasi," ujar Syafii di kantor SAR Kelas A Makassar, Kamis, 22 Januaro 2026.

Dengan membaiknya cuaca, helikopter akhirnya dapat menjangkau lokasi pencarian yang berada di medan terjal dan sulit diakses melalui jalur darat.

Ia berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat juga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tim SAR darat.

Baca Juga: Menu SPPG Polres Bulukumba Dipuji Siswa, Pesan 'Kak Sumpah Enak Masakanta' Jadi Viral

"Mudah-mudahan SAR darat juga bisa melaksanakan operasi dengan maksimal," tambahnya.

Pada Kamis, 22 Januari 2026, tim SAR gabungan kembali menemukan enam paket (jenazah) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lokasi pencarian.

Jenazah rencananya akan dievakuasi menggunakan helikopter kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Sekjen Kemensos Ungkap Permasalahan Gigi Paling Dominan Dialami Calon Siswa Sekolah Rakyat, Terungkap saat Cek Kesehatan

Kata Syafii, jika kondisi cuaca mendukung, evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter Basarnas pada Jumat, 23 Januari 2026.

Namun, apabila cuaca kembali memburuk, jalur darat menjadi opsi utama seperti evakuasi korban sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini