Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPKD Bulukumba, Andi Mirza Milanie, menjelaskan bahwa lomba bertutur merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi sejak usia dini.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendorong peserta untuk mengenal berbagai karya bacaan, terutama cerita-cerita budaya daerah yang mengandung nilai pendidikan, karakter, dan kearifan lokal.
Baca Juga: Ulang Tahun Syahruni Haris Disambut Doa Petani dan Nelayan Bulukumba
"Lomba bertutur tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara anak, tetapi juga melatih kreativitas, imajinasi, dan rasa percaya diri mereka," ujarnya.
DPKD Bulukumba berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan generasi muda yang gemar membaca, kreatif, percaya diri, serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan nilai-nilai lokal.
Baca Juga: Ruang Ingatan 2026 Hadirkan Aktivator Memori dan Jelajah Warisan Kota di Benteng Rotterdam
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pegiat literasi, dan dunia pendidikan, Lomba Bertutur Kabupaten Bulukumba 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi literasi anak.
Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya wawasan, berkarakter, dan mencintai budaya daerahnya. (*)