Kadin Bulukumba Dorong Perlindungan Peternak, HIPMI Sambut Positif Kebijakan HPP

photo author
Hendrawan, Sulawesi Network
- Selasa, 23 Juni 2026 | 15:21 WIB
Ketua HIPMI Bulukumba, Ilham Ashari.
Ketua HIPMI Bulukumba, Ilham Ashari.

Sulawesinetwork.com - Kamar Dagang dan Indsutri (Kadin) Kabupaten Bulukumba mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap pelaku usaha peternakan.

Dorongan yang disampaikan Ketua Kadin Bulukumba, Syahruni Haris itu untuk memberikan jawaban dan solusi terhadap peternak petelur dan pedaging atas ketidakpastian harga pasar.

"Peternak kita tidak boleh hanya dibutuhkan saat pasokan pangan diperlukan. Negara harus hadir memberikan perlindungan ketika mereka menghadapi tekanan harga maupun kenaikan biaya produksi. Jangan sampai peternak panen, tetapi justru mengalami kerugian karena harga jual jatuh di bawah biaya produksi," kata Syahruni Haris dilansir, Selasa, 23 Juni 2026.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Cari Calon Pilot Muda Lewat Program Beasiswa Penerbang, Ratusan Pendaftar Ikuti Seleksi

Dorongan tersebut mendapat respon dan apresiasi dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bulukumba, Ilham Ashari.

Ilham menerangkan bahwa dorongan tersebut juga seiring dengan penjelasan Menteri Pertanian terkait Harga Pokok Penjualan (HPP) telur yang dapat memiliki acuan.

"Setidaknya Bulukumba juga memiliki acuan harga sendiri. Bukan lagi mengikuti acuan harga dari daerah lain yang berbeda dengan daerah kita," ujarnya.

Baca Juga: Kembali Pimpin PKB Bulukumba, Fahidin HDK Targetkan Konsolidasi hingga Menang Pemilu

Penetapan HPP yang menjadi acuan menurut Ilham bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha untuk mengatasi harga pakan dan obat-obatan yang mengalami kenaikan harga.

"HPP ditetapkan Rp26.500/kilogram, sementara di Bulukumba harga dari kandang itu berada dikisaran harga Rp38.000 - Rp40.000 per rak dengan berat 1,8-2 kilogram," bebernya.

Menurut Ilham, adanya kebijakan harga yang ditetapkan merupakan harapan bagi seluruh pelaku usaha dan asosiasi yang menghimpun para pelaku usaha peternakan.

Baca Juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri Sampai Kapan? Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

"Ini sebenarnya menjadi harapan para pelaku usaha peternakan. Ini bisa menjamin keberlangsungan eksistensi pengusaha," tegasnya.

Diketahui salah satu persoalan utama yang selama ini dikeluhkan peternak adalah tingginya biaya pakan yang menyumbang sebagian besar biaya produksi usaha peternakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hendrawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X