Menurutnya, program keluarga berencana tidak hanya berkaitan dengan pengendalian kelahiran, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mencegah stunting, serta menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
"KB bukan sekadar membatasi kelahiran, melainkan upaya mengatur jarak kehamilan demi meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah stunting, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri", tuturnya.
Ketua TP. PKK mengajak seluruh kader PKK untuk terus aktif memberikan edukasi, motivasi dan mendampingi pasangan usia subur (PUS) agar tidak ragu menggunakan kontrasepsi, terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Baca Juga: Bupati Bantaeng Serahkan Dua Paket Umroh Gratis ke Pegawai RSUD Prof Anwar Makkatutu
"Semoga melalui bakti sosial ini, jangkauan pelayanan KB semakin merata, dan kualitas keluarga di Kabupaten Bantaeng semakin meningkat", pungkasnya.
Turut Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Bantaeng, Fiqih Safitriyanti Luhulima, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Amiruddin, Ketua IBI Cabang Bantaeng Muliani, Ketua TP PKK Camat Pa'jukukang, Ketua TP PKK Desa Nipa-Nipa, serta Kepala Puskesmas Baruga, dan Kepala Puskesmas Kassi-Kassi Kabupaten Bantaeng.
Artikel Terkait
ASN Pingsan Saat Apel, Gerak Cepat Bupati Andi Utta Telepon Nomor 112
Tapak Suci Bulukumba Raih Prestasi di Celebes Silat Championship 2026
DPRD Bulukumba Setujui Ranperda Pencegahan Narkotika dan Serahkan Rekomendasi LKPJ Bupati 2025
IPI Bocorkan 5 Figur Potensial di Pilkada Bulukumba, Edy Manaf-TSY Hingga JMS
Bulukumba Menuju Kabupaten 'Sangat Inovatif': 100 ASN Ikuti Coaching Clinic IGA Award di Gedung Pinisi
Bupati Ratnawati Haru Lepas 58 Siswa MAN 2 Sinjai: Jadilah Kebanggaan Daerah dengan Karya dan Akhlak
Uji Nurdin Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Untuk 31.654 Masyarakat Bantaeng