Ia menyebut sejumlah risiko yang dapat terjadi, mulai dari perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, hingga persoalan hukum di negara tujuan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai batasan dan ketentuan dalam melakukan migrasi maupun aktivitas penangkapan ikan di wilayah negara lain secara aman dan legal.
Baca Juga: Luncurkan Sinergi Keuangan Inklusif Kolaborasi KNMP, Bupati Andi Utta Dorong Kesejahteraan Nelayan
Materi yang disampaikan mencakup prosedur kerja luar negeri yang sesuai aturan, pelatihan keselamatan kerja, kemampuan navigasi, pemahaman hukum laut internasional, hingga penggunaan teknologi perikanan modern.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap warga negara yang bekerja di sektor perikanan mendapatkan perlindungan, penghormatan hak asasi manusia, serta kesempatan memperoleh kehidupan yang layak,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap momentum tersebut memperkuat perlindungan terhadap nelayan dan masyarakat pesisir serta meningkatkan kesadaran pentingnya migrasi yang aman, dan legal.(*)