Selain itu, DPRD juga meminta agar Bulog segera menindaklanjuti berbagai kendala di lapangan, termasuk biaya angkut, pengemasan, dan operasional lainnya, serta melaporkan hasilnya ke tingkat pusat.
Petani Bulukumba diimbau untuk tetap memperhatikan keberlanjutan sistem pertanian daerah.
Sehingga semua pihak yakni petani, penggiling, dan masyarakat dapat merasakan manfaat secara berkelanjutan.
Baca Juga: Sinjai Tancap Gas Transformasi Digital, Bupati Ratnawati Resmikan Aplikasi SAMAKI
"RDP ini bukan untuk membatasi aktivitas, melainkan untuk memastikan sistem pertanian kita tetap sehat dan berkelanjutan," kata Kaspul.
Jika arus gabah tidak terkendali, katanya maka penggilingan lokal bisa berhenti, lapangan kerja berkurang, dan ketahanan pangan daerah bisa terganggu.
Baca Juga: Masalah Sempadan Pantai Panrang Luhu Bira: DPRD Bulukumba Minta Dinas Pariwisata Segera Bertindak
Sebaliknya, jika sistem ini berjalan baik maka petani tetap sejahtera, penggiling tetap hidup, dan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang stabil.
"Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama menjaga keseimbangan sistem pangan di Kabupaten Bulukumba," tutup Kaspul. (*)
Artikel Terkait
Hardiknas 2026, Harapan Besar untuk Masa Depan Pendidikan, Andi Utta: Tegaskan Komitmen
Jelang Agenda Nasional 2026, TP PKK Sulsel Perkuat Program hingga Desa
Pertamina Naikkan Harga BBM per Hari Ini, Begini Penjelasannya
Pemprov Sulsel Klarifikasi Proyek Irigasi Bulukumba, Tegaskan Bukan Kewenangan Provinsi
Hardiknas 2026 di Sinjai: Bupati Ratnawati Ajak Bangun Pendidikan dengan Hati dan Kolaborasi
Baru Menjabat, Kasat Narkoba Polres Bulukumba Ungkap 6 Kasus Narkotika dalam Dua Pekan
Konflik Geopolitik Global dan Ketidakpastian Ekonomi: Bakastra HIPMI Sulsel Membaca Peluang
Gebyar PAUD Bulukumba, Komitmen Wujudkan Generasi Emas Sejak Dini