Untuk itu, FPPLB mendorong agar semua pihak melihat persoalan ini secara seimbang, bukan hanya dari sisi harga di tingkat petani, tetapi juga dari sisi ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat.
“Kita ini satu rantai. Petani, penggiling, sampai masyarakat. Jadi jangan dilihat sepotong-sepotong. Harus dijaga sama-sama,” pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Waspada 'Eksodus' Gabah Bergerak Keluar Daerah, Penggiling Bulukumba Desak DPRD Gelar RDP
Jelang May Day 2026, Polres Bulukumba Siap Kawal Aksi Buruh dan Pastikan Pengamanan Maksimal
Bayar Pajak Kendaraan Lewat Online, Ini Cara Mudah Tanpa Antri
100 Pelaku UMKM Bulukumba Ikuti Pelatihan Digital Marketing, Branding, dan Pembiayaan Syariah
Kadinkes Sulsel Klarifikasi Berita Hoax Rangkap Jabatan
Inisiatif TP PKK Sulsel, Kegiatan Fun Learning dan Parenting Digelar di Luwu Utara
Polres Bulukumba Gelar Binrohtal, Perkuat Mental dan Spiritual Personel serta Siswa Latja