Hadapi Ancaman Krisis Pangan, Andi Utta Ajak Petani Beralih ke Sistem Modern

photo author
Hendrawan, Sulawesi Network
- Rabu, 1 April 2026 | 11:55 WIB
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf hadiri panen raya di Desa Bontoharu.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf hadiri panen raya di Desa Bontoharu.

Sulawesinetwork.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah.

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya padi oleh Kelompok Tani Bobo Jangang di Desa Bontoharu, Kecamatan Kindang yang menjadi dampingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, bersama Dandim 1411, Letkol Inf Heraldo Tabasonda, Sekda Ali Saleng, Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Andi Trismiati serta Camat Rilau Ale, Andi Amal Mattotorang.

Baca Juga: Peningkatan Jalan Burung-Burung–Bili-Bili Dikebut, Target Fungsional Mei 2026

Andi Utta sapaan akrab bupat dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya panen raya serta apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras mengelola lahan secara produktif.

“Panen raya ini merupakan momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjadi bagian dari upaya besar kita dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya Senin, 30 Maret 2026.

Bupati Andi Utta juga memberikan penghargaan kepada kelompok tani di Desa Bontoharu yang telah berhasil mengelola lahan lebih dari 200 hektar dengan baik.

Baca Juga: Akun TikTok 'Viral Bulukumba' Dilaporkan Usai Sebar Dugaan Setoran Tambang, Pemilik Akun Diburu Polisi

Ia menyebutkan bahwa sebagian lahan yang kini menjadi percontohan merupakan lahan miliknya sejak tahun 2018 yang terus mengalami peningkatan produksi dari waktu ke waktu.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan metode pertanian yang lebih modern dan profesional. Dari yang sebelumnya hanya menghasilkan sekitar 3 ton per hektar, kini mampu meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektar.

“Ini membuktikan bahwa tata kelola yang baik dan penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan hasil pertanian secara signifikan,” jelasnya.

Baca Juga: Kadis Andi Ihsan Apresiasi dan Beri Semangat Peserta Komcad ASN Bina Marga dan Bina Konstruksi

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi tantangan global, termasuk ancaman krisis pangan. Oleh karena itu, ketahanan pangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar dan harus menjadi perhatian bersama.

Ia mengajak para petani untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan serta mengubah pola pikir dalam bertani, dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih terencana, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hendrawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X