Tentunya momentum STQH dalam berfokus pada lingkungan hidup serta dampak positif yang dibuatnya, harus terus dijaga dan dilakukan secara berkelanjutan.
Sehingga walaupun Sulawesi Tenggara dikenal luas sebagai provinsi pertambangan nikel, tetapi dampak positif dari penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan tetap dapat dirasakan oleh semua pemegang kebijakan baik dari pihak pemerintah, perusahaan swasta bahkan sampai ke masyarakat asli suku adat.
Baca Juga: Jeneponto, Bulukumba, Sidrap hingga Palopo Dapat Rapor Merah dari KPK soal Integritas
“Terus konsisten melakukan hal-hal kecil kebaikan bagi lingkungan hidup, dimulai dari keseharian dan kehidupan di dalam rumah sehingga krisis iklim bisa dimitigasi dan tidak terjadi dampak buruk yang tentunya kita hindari bagi anak cucu kita, tutup Amanda. (*)
Artikel Terkait
Target Baru Erick Thohir Usai Pecat Kluivert: Target FIFA 100 Besar hingga Piala Dunia 2030
Jaga Semangat Pengabdian, Kapolres Barru Pimpin Hari Kesadaran Nasional dan Tegaskan Isu "Pemakan Manusia" Adalah Hoaks
Lintas Tokoh Hadiri Soft Launching Saku Sultan, Digital Payment Masa Depan Karya Anak Bangsa
Hut 356 Sulsel, PT. Sulsel Citra Indonesia Semakin Maju dan Berkarakter
Barru Hadir Kompak di HUT Ke-356 Sulsel: Bupati Andi Ina Perkuat Sinergi Pembangunan dengan Pemprov
Gubernur Sulsel Launching Proyek Multiyears Rp3,7 Triliun untuk Jalan, Irigasi dan RS Regional
Patroli Skala Besar dan Show of Force, Polres Bulukumba Siap Jaga Kamtibmas
Nama Shin Tae-yong Kembali Disorot, Iwan Bule Beri Dukungan di Tengah Isu Timur Kapadze dan Van Gaal