- Hotel bintang 3 dan 4 di pusat kota, seiring meningkatnya arus wisatawan.
- Kawasan perumahan modern terpadu untuk memenuhi kebutuhan hunian pekerja dan masyarakat.
- Industri tambang legal dengan tata kelola yang berkelanjutan.
- Pabrik padi modern guna mendukung ketahanan pangan.
- Pabrik rumput laut modern, mengingat Bulukumba salah satu sentra utama di Sulsel.
- Pabrik minyak kelapa modern (desiccated coconut) dengan orientasi ekspor.
Syafruddin menegaskan, arah pembangunan investasi di Bulukumba harus fokus pada industrialisasi dan hilirisasi.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ibunda Wagub Fatmawati Rusdi
“Produk pertanian, perkebunan, dan maritim kita tidak boleh lagi hanya dijual mentah. Kita harus olah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inilah jalan meningkatkan daya saing, memperluas lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan kepemimpinan yang kuat, forum investasi inklusif, serta strategi hilirisasi yang tepat, Bulukumba diyakini akan tumbuh sebagai pusat investasi baru di pesisir selatan Sulawesi, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulsel ke depan. (*)