- Hotel bintang 3 dan 4 di pusat kota, seiring meningkatnya arus wisatawan.
- Kawasan perumahan modern terpadu untuk memenuhi kebutuhan hunian pekerja dan masyarakat.
- Industri tambang legal dengan tata kelola yang berkelanjutan.
- Pabrik padi modern guna mendukung ketahanan pangan.
- Pabrik rumput laut modern, mengingat Bulukumba salah satu sentra utama di Sulsel.
- Pabrik minyak kelapa modern (desiccated coconut) dengan orientasi ekspor.
Syafruddin menegaskan, arah pembangunan investasi di Bulukumba harus fokus pada industrialisasi dan hilirisasi.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ibunda Wagub Fatmawati Rusdi
“Produk pertanian, perkebunan, dan maritim kita tidak boleh lagi hanya dijual mentah. Kita harus olah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inilah jalan meningkatkan daya saing, memperluas lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan kepemimpinan yang kuat, forum investasi inklusif, serta strategi hilirisasi yang tepat, Bulukumba diyakini akan tumbuh sebagai pusat investasi baru di pesisir selatan Sulawesi, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulsel ke depan. (*)
Artikel Terkait
Presiden Kirim Menteri Bahas BUMN ke DPR, Isu Melebur dengan Danantara Makin Jelas?
APBN 2026, DPR dan Pemerintah Sepakati Tiga Indikator Baru Kesejahteraan Rakyat
Terima Kunjungan Dirjen Badilmiltun Mahkamah Agung RI, Gubernur Sulsel Bahas Pembangunan Pengadilan Militer Tinggi V Makassar
Sinjai Siap Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber, Komitmen Perkuat Keamanan Digital Daerah
Promedia Gelar CoreLab 2025 di Kampus Unesa, Pelatihan Bikin Konten Kreatif Bareng Mahasiswa Gen Z
Job Fit 19 Pejabat Eselon II Tana Toraja Digelar, Sekda Sulsel Jadi Penguji
Gubernur Sulsel Tinjau Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis Bersama KPPG