"Orang tua penerima datang ke rumah gizi di setiap lokus, tapi kalau tidak bisa di antarkan ke rumahnya oleh petugas. Menunya itu kandungannya dobel protein," pungkasnya.
Program ini melibatkan 1.000 tim pendamping gizi daerah (TPGD) dan 1.000 kader PKK di tiap desa. Mereka juga memberikan pendampingan terhadap 1.008 ibu hamil. Program ini diharap mampu memperbaiki angka prevalensi Stunting Sulsel dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Baca Juga: Polisi Ringkus 3 Pelaku Pencurian Tabung Gas di Bulukumba yang Resahkan Warga
Tahun 2024, SSGI menempatkan Sulsel di urutan 17 dari 38 provinsi di Indonesia dengan angka prevalensi Stunting 23,3 persen. Angka ini masih berada di atas angka prevalensi Stunting nasional yakni 19,8 persen. (*)
Artikel Terkait
Seleksi CPNS 2026 Bakal Diperketat, Terapkan Skema Zero atau Minus Growth
Berjangka vs Seumur Hidup, Banding Durasi Asuransi Jiwa dan Cara Menentukan Polis yang Sesuai Kebutuhan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Tambah Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Upah Guru Honorer
Presiden Prabowo Sebut Pendidikan dan Kesehatan Wujud Demokrasi yang Sebenarnya
Heboh Dugaan Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi, Istana dan BPOM Siap Turun Tangan
Stok Ritel Menipis, Satgas Pangan Polri Ungkap Ketakutan yang Dirasakan Produsen Beras Premium
Soal Posisi Wamenaker Baru Pengganti Immanuel Ebenezer, Begini Kata Prabowo