hukrim

Pesan Terakhir Bripda DP Sebelum Tewas Diduga Dianiaya: Minta Kiriman 'Nasu Palekko' untuk Makan Bareng Senior

Senin, 23 Februari 2026 | 19:42 WIB
Keluarga Bripda DP yang histeris usai kabar meninggal dan dugaan penganiayaan oleh senior. (Instagram/makassar_folks)

Sulawesinetwork.com – Suasana duka menyelimuti kediaman Bripda DP (19), polisi muda lulusan angkatan 53 tahun 2025 yang ditemukan meninggal dunia secara mendadak.

Di balik dugaan penganiayaan oleh oknum senior yang kini tengah diselidiki, terungkap momen pilu komunikasi terakhir korban dengan sang ibu tepat di hari kejadian.

Bripda DP, yang baru saja bertugas di Satuan Sabhara Polda Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban kekerasan pada Minggu pagi (22/2/2026) usai melaksanakan salat Subuh di lingkungan Kantor Polda Sulsel.

Baca Juga: Refleksi Setahun 'Andalan Hati': Pengamat Nilai Kepemimpinan Andi Sudirman-Fatmawati Perkuat Fondasi Ekonomi Sulsel

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa putranya masih sempat berkirim pesan via WhatsApp dengan ibunya setelah waktu sahur.

Dalam obrolan singkat itu, Bripda DP mengutarakan keinginan yang tampak tulus meminta dikirimkan Nasu Palekko, kuliner khas suku Bugis dari kampung halamannya di Pinrang.

Rencananya, makanan tersebut tidak akan disantap sendiri, melainkan dimakan bersama dengan para seniornya di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel.

Baca Juga: Menjawab Keluhan Warga, DBMBK Sulsel Pastikan Perbaikan Jalan Hertasning–Aroepala Rampung Tahun Ini

“Dia chat ibunya jam lima subuh karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang untuk makan sama seniornya. Namun, saat dibalas jam enam, sudah tidak ada jawaban lagi,” tutur Aipda Muhammad Jabir dengan nada getir di RS Bhayangkara Makassar, Minggu malam.

Selain makanan, keluarga rencananya juga akan mengirimkan sepeda motor milik korban ke Makassar untuk menunjang aktivitas tugasnya.

Kematian Bripda DP dirasa janggal oleh pihak keluarga. Meski kabar yang diterima menyebutkan korban meninggal karena sakit saat dibawa ke RSUD Daya sekitar pukul 07.00 WITA, kondisi fisik jenazah menunjukkan tanda-tanda yang berbeda.

Baca Juga: Debat Panas! Ibu Penjual Sayur di NTT Dilarang Dagang di Teras Rumah Sendiri, Satpol PP: Jangan Bikin Pasar Tandingan

Keluarga menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban serta adanya darah yang keluar dari mulut.

Hal inilah yang mendasari dugaan kuat adanya tindakan penganiayaan oleh oknum senior.

Halaman:

Tags

Terkini