hukrim

Nyawa Penumpang Terancam! Bus PO Harapan Jaya Ugal-ugalan di Jombang, Sopir Diduga Mabuk dan Bawa Miras di Kabin

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:12 WIB
Petugas menghentikan bus PO Harapan Jaya di Jombang setelah sopir diduga berkendara dalam pengaruh alkohol. (Foto: Instagram.com/@satlantaspolresjombang)

Sulawesinetwork.com – Aksi berbahaya seorang sopir bus PO Harapan Jaya berinisial AB (31) di jalanan Jombang, Jawa Timur, berujung pada penangkapan paksa oleh pihak kepolisian.

Bus dengan nomor polisi AG 7044 US tersebut kedapatan ugal-ugalan hingga nekat menerobos marka jalan di kawasan rel kereta api Bandarkedungmulyo.

Kejadian yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026) ini viral di media sosial setelah akun Instagram resmi @satlantaspolresjombang mengunggah momen penghentian bus tersebut.

Baca Juga: Heboh Jukir Tanah Abang Patok Parkir Rp100 Ribu, Wagub Rano Karno: Setahun Sekali, Marilah Kita Pahami

Alasan di balik tindakan ugal-ugalan sang sopir pun terungkap. Ia diduga kuat berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Kecurigaan petugas Satlantas Polres Jombang terbukti saat mereka melakukan pemeriksaan intensif di dalam kabin bus.

Polisi menemukan barang bukti berupa satu botol minuman keras jenis arak yang isinya sudah hampir habis.

Baca Juga: Gubernur Sulsel dan Bupati Gowa Bahas Rencana Pembangunan Pedestrian di Ruas Strategis Makassar-Gowa

"Bahaya, mengemudi dalam pengaruh alkohol. Setelah kita cek, ditemukan satu botol berisi minuman beralkohol. Silakan dibayangkan, ini sudah hampir satu botol habis, kondisinya sekarang bagaimana," ujar salah seorang petugas di hadapan para penumpang.

Polisi menyayangkan sikap tidak bertanggung jawab sang sopir yang mengabaikan keselamatan puluhan nyawa demi kepentingan pribadi yang melanggar hukum.

Menyadari risiko fatal jika perjalanan dilanjutkan dengan sopir yang mabuk, polisi mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional bus saat itu juga.

Baca Juga: TPP ASN Sulsel Dapat Penyesuaian 20 Persen, Ini Alasan dan Pertimbangan Pemprov

Sebanyak 61 orang penumpang diminta turun dan dialihkan ke kendaraan lain.

Petugas sempat meminta maaf kepada para penumpang atas keterlambatan perjalanan mereka, namun menegaskan bahwa nyawa adalah prioritas utama.

Halaman:

Tags

Terkini