Ricuh di Mapolda DIY: Massa Gelar Salat Gaib dan Jebol Pagar, Polisi Bantah Gunakan Gas Air Mata

photo author
Sytha AR, Sulawesi Network
- Rabu, 25 Februari 2026 | 08:25 WIB
Kronologi dan jalannya aksi massa di depan Polda DIY. (Instagram/poldajogja)
Kronologi dan jalannya aksi massa di depan Polda DIY. (Instagram/poldajogja)

Sulawesinetwork.com – Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) digeruduk ratusan massa yang didominasi mahasiswa pada Selasa malam (24/2/2026).

Aksi yang merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya seorang pelajar di Tual, Maluku, tersebut sempat diwarnai kericuhan hingga berujung pada kerusakan fasilitas negara.

Akibat eskalasi massa di Ring Road Utara, arus lalu lintas sempat ditutup total sejak pukul 18.00 WIB guna menjaga situasi tetap terkendali.

Baca Juga: Momen Bersejarah! Ribuan Jamaah Buka Puasa Bareng Program Raja Salman di Masjid Kubah 99 Makassar, Gubernur Sulsel: Semoga Berkah

Aksi bermula dengan penyampaian aspirasi yang khidmat melalui pelaksanaan salat gaib berjamaah di depan gerbang Mapolda DIY.

Massa menuntut adanya reformasi struktural di tubuh Polri menyusul insiden arogansi oknum anggota Brimob di Maluku yang merenggut nyawa anak di bawah umur.

“Dengan cara salat gaib dan aksi okupasi ini, kita berharap setidaknya Polisi itu akan sadar dan melakukan reformasi,” tegas salah satu peserta aksi sebagaimana dikutip dari unggahan @humasjogja, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Tak Ada Izin Investasi Perusahaan Afiliasi Israel di Sulsel: Itu Hoaks!

Memasuki malam hari, suasana yang semula kondusif berubah menjadi tegang. Sejumlah oknum massa mulai melakukan aksi vandalisme dengan mencoret dinding kantor polisi serta melakukan pelemparan benda keras.

Puncaknya, pagar besi di sisi timur Mapolda DIY berhasil dijebol oleh massa.

Meski pagar telah rusak, aparat kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui Dirintelkam Polda DIY guna meredam emosi peserta aksi.

Baca Juga: Tegas! Sidang Etik 14 Jam Putuskan Bripda MS Dipecat Tidak Hormat Usai Helm Taktikalnya Tewaskan Pelajar di Tual

Terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya tembakan gas air mata dan tembakan peringatan dari pihak kepolisian, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, memberikan bantahan keras.

Ia menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api maupun gas air mata selama menghadapi massa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sytha AR

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X