Pelaku yang menjabat sebagai Ketua RT setempat memanfaatkan posisi kamar mandinya yang berdampingan dengan rumah korban.
Jendela kamar mandi pelaku yang tidak tertutup menjadi akses mudah baginya untuk menyisipkan ponsel dan merekam aktivitas privasi korban.
Sebelum menempuh jalur hukum, upaya mediasi sempat dilakukan di tingkat desa dengan dihadiri oleh Kepala Desa setempat.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengakui keberadaan video tersebut di ponselnya, namun memberikan dalih yang dianggap tidak logis.
“Dia bilang itu video kiriman dan ada yang membajak HP-nya. Penyangkalan yang tidak masuk akal,” ungkap anak korban.
Sikap bungkam dan tidak mau mengakui perbuatan ini terus berlanjut hingga pelaku dipanggil oleh pihak kepolisian.
Meski laporan resmi telah dimasukkan pada 10 Oktober 2025, keluarga korban merasa kasus ini "jalan di tempat".
Video curhatan anak korban yang kini telah ditonton lebih dari 10 juta kali tersebut menjadi upaya terakhir untuk menekan pihak berwenang agar segera memproses pelaku.
“Saya sudah melapor, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan sama sekali. Jadi saya harus viralkan kasus ini demi keadilan keluarga saya, terutama ibu saya,” tegasnya.
Kini, publik mendesak Polres Banjarnegara untuk segera memberikan kejelasan hukum atas kasus yang mencoreng tatanan sosial di tingkat rukun tetangga tersebut.(*)
Artikel Terkait
Hari Jadi Bulukumba ke-66 Berlangsung Aman, Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan
Sat Lantas Polres Bulukumba Gelar Bakti Sosial di Tengah Ops Keselamatan Pallawa 2026
Bangun Sinergitas Kamtibmas, Polres Bulukumba Gelar Apel Bersama Komunitas Ojol
Tanamkan Budaya Tertib Sejak Dini, Satlantas Bulukumba Sosialisasi Siswa SD
SPPG Polres Bulukumba Resmi Jadi Bagian Program MBG Presiden Prabowo
Nyawa Penumpang Terancam! Bus PO Harapan Jaya Ugal-ugalan di Jombang, Sopir Diduga Mabuk dan Bawa Miras di Kabin
Tega! Pura-pura Beli Nasi Uduk, Pria di Bekasi Gasak Dompet Nenek Penjual Hingga Rugi Rp4 Juta
Tragedi Berdarah di Depan SPBU Jalanjang: Polres Bulukumba Tetapkan 3 Tersangka Penikaman Pemuda Asal Kajang
Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: NS Meninggal dengan Luka Bakar, Ibu Tiri Diduga Pernah Berulah Setahun Lalu
Cita-Cita Jadi Kiai Kandas di Tangan Ibu Tiri! Tangis Ayah NS Pecah Kenang Bekal Rp50 Ribu Terakhir untuk Sang Santri