Paman dokter Icha, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa keponakannya tersebut diduga mendapat intimidasi dari dua orang pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Victor menceritakan bahwa saat kejadian, salah satu pria tersebut sampai menunjuk ke arah dokter Icha karena protes dan tak terima dengan penjelasan medis yang disampaikan.
Usai peristiwa tersebut, dokter Icha dikabarkan mengalami depresi dan membuat kesehatan fisiknya terganggu hingga harus menjalani perawatan medis.
“Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterima saat bertugas,” tukas Victor.
Dugaan Intimidasi Buat Geram Sejawat
Dalam unggahan berbagai platform media sosial, rekan sejawat dan sesama tenaga kesehatan (nakes) turut mengungkapkan keprihatinannya.
Baca Juga: Sekretaris HMI Bulukumba Isranda Siap Bertarung di Musda KNPI, Usung Semangat Kolaborasi Pemuda
Melalui media sosial, banyak yang merasa geram dengan dugaan adanya intimidasi yang ditujukan kepada nakes.
“Beberapa komentar di media sosial seperti, “Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga. Saya sangat sedih dan terpukul saat membaca kejadiannya,” tulis @dr.marbun_spog.
“Di IGD itu kita adalah TIM, tim yang harus saling melengkapi dan melindungi, dokter Icha menjadikan pelajaran perlindungan di IGD masih kurang untuk nakes. Untuk anggota DPRD yang terhormat, gimana tidurmu nyenyak?” tulis @dr.risfinst.
Baca Juga: Ulang Tahun Syahruni Haris Disambut Doa Petani dan Nelayan Bulukumba
“Turut berduka cita atas wafatnya dr. Icha. Seorang nakes yang berjuang di IGD salah satu RS di NTT dan diduga diintimidasi oleh keluarga pasien yang akhirnya mengalami depresi dan wafat. Tenaga medis harus dilindungi, bukan diintimidasi,” tulis @dokterhukum.ind
***
Jika Anda pembaca memiliki permasalahan dan perlu berbicara dengan seseorang, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dengan menghubungi nomor darurat 119 atau 119 Ext 8.