Menurutnya, keberadaan lansia yang hidup sendiri dan penyandang disabilitas dalam kondisi ekonomi rentan membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak.
BAZNAS Bulukumba berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan sesuai dengan kemampuan lembaga dan data masyarakat yang membutuhkan.
“Kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” katanya.
Baca Juga: Wabup Bulukumba Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Jaga Sungai, Jangan Hanya Berakhir Diskusi
Ia juga mengajak masyarakat yang mengetahui adanya lansia atau penyandang disabilitas yang hidup dalam kondisi kurang mampu untuk menyampaikan informasi kepada BAZNAS maupun pihak terkait.
Dengan adanya partisipasi masyarakat, pendataan dan penyaluran bantuan diharapkan dapat semakin tepat sasaran.
Baca Juga: Kontes Sapi Hasil IB di Bulukumba, Brutus Juara Pedet dengan PBBH 1,335 Kg per Hari
Program bantuan pangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS Bulukumba dalam mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerima.
BAZNAS berharap kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak kelompok rentan yang dapat memperoleh manfaat dari program sosial dan kemanusiaan. (*)