info-sulawesi

Workshop Produksi Suling Tradisional Sulsel Dibuka, Jadi Ruang Pewarisan Budaya Maritim kepada Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45 WIB
Workshop Produksi Suling Tradisional Sulsel resmi digelar.

Sulawesinetwork.com - Workshop Produksi Suling Tradisional Sulawesi Selatan resmi dibuka sebagai bagian dari Program Pendanaan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Selatan.

Mengusung tema "Budaya Maritim", kegiatan ini menjadi wadah pelestarian sekaligus pewarisan pengetahuan mengenai proses pembuatan alat musik tradisional suling kepada masyarakat, khususnya generasi muda, seniman, dan kalangan akademisi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia sekaligus penerima Program Pendanaan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, Khaeruddin, S.Sn., M.Pd.

Baca Juga: Gelar Pengawasan di Bulukumba, H Patudangi Ajak Masyarakat Kawal Pelaksanaan Program Pemerintah

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program fasilitasi kebudayaan tersebut.

Menurut Khaeruddin, program pendanaan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya daerah, khususnya warisan budaya tak benda yang mulai jarang dipraktikkan oleh masyarakat.

"Program Pendanaan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya daerah. Melalui workshop ini, kami berharap pengetahuan tentang produksi suling tradisional Sulawesi Selatan tidak hanya didokumentasikan, tetapi juga diwariskan secara langsung melalui praktik kepada masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Dokter Icha Meninggal Dunia, Diduga Alami Depresi usai Diintimidasi Anggota DPRD

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi yang tidak hanya mampu memainkan suling tradisional, tetapi juga memiliki keterampilan memproduksinya sehingga keberlangsungan tradisi tersebut tetap terjaga di masa mendatang.

Sementara itu, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan implementasi nyata upaya pemajuan kebudayaan melalui pelestarian objek budaya yang mulai mengalami penurunan praktik di masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi semata, tetapi harus diwujudkan melalui proses transfer pengetahuan dan keterampilan secara langsung dan berkelanjutan.

Baca Juga: Menyamar Pakai Kerudung Saat Beraksi, Pelaku Pencurian Kios Dibekuk Resmob Polres Bulukumba

"Workshop ini memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pelestarian alat musik tradisional Sulawesi Selatan, khususnya suling. Dukungan melalui Program Pendanaan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 diharapkan mampu mendorong lahirnya ruang-ruang belajar yang menghubungkan para maestro, pengrajin, akademisi, dan generasi muda," ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan, Dr. Arifin Manggau, M.Pd. Menurutnya, workshop tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat aspek pendidikan dan pengembangan keilmuan.

Halaman:

Tags

Terkini