"Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat luar biasa. Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kemampuan memainkan alat musik tradisional saja, tetapi juga harus menyentuh aspek pengetahuan mengenai proses penciptaannya," kata Arifin.
Ia menilai, workshop tersebut dapat menjadi pemantik bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk memahami bahwa alat musik tradisional memiliki nilai budaya, filosofi, dan teknik produksi yang penting untuk dipelajari dan diwariskan.
Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Bulukumba Jadi Juri Lomba Bertutur, Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Anak
Melalui workshop ini, para peserta akan mengikuti rangkaian materi serta praktik produksi suling tradisional secara langsung bersama narasumber yang berpengalaman.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya maritim Sulawesi Selatan sekaligus menjadi ruang transfer pengetahuan yang berkelanjutan dalam menjaga eksistensi alat musik tradisional sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa. (*)
Artikel Terkait
Tingkatkan Keamanan Informasi, Diskominfo Bulukumba Bekali Admin Satu Data Indonesia melalui Workshop
Ruang Ingatan 2026 Hadirkan Aktivator Memori dan Jelajah Warisan Kota di Benteng Rotterdam
Ulang Tahun Syahruni Haris Disambut Doa Petani dan Nelayan Bulukumba
Sekretaris HMI Bulukumba Isranda Siap Bertarung di Musda KNPI, Usung Semangat Kolaborasi Pemuda
Turnamen Domino Hari Bhayangkara ke-80 Resmi Dibuka, Wakapolres Bulukumba Ajak Peserta Junjung Sportivitas
DPRD Bulukumba Terima Aksi Cipayung Plus, Massa Sampaikan Kritik dan Tuntutan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran