Sulawesinetwork.com - Sebanyak 192 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mendaftar mengikuti seleksi awal Program Beasiswa Sekolah Penerbang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI).
Dari jumlah tersebut, hanya 20 peserta terbaik yang akan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan penerbangan melalui program beasiswa tersebut.
Seleksi menjadi tahap awal penjaringan calon penerbang muda yang diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Sulawesi Selatan di sektor transportasi udara.
Baca Juga: Kembali Pimpin PKB Bulukumba, Fahidin HDK Targetkan Konsolidasi hingga Menang Pemilu
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, mengatakan seluruh peserta akan mengikuti rangkaian seleksi.
Peserta akan mengikuti beberapa tahap seleksi. Seleksi tahap 1 berupa administrasi dan wawancara oleh panitia Pemprov. Seleksi tahap 2 test potensi akademik (TPA), wawancara bersama PPI Curug dan Panitia Pemprov, psikotes dan kesamaptaan. Seleksi tahap 3, tes kesehatan penerbangan (hatpen) dan tes bakat terbang (TBT).
Dari tahapan tersebut, nantinya akan dipilih 20 peserta terbaik untuk menempuh pendidikan di Politeknik Penerbangan Indonesia melalui beasiswa yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri Sampai Kapan? Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
Ishaq menegaskan profesi pilot tidak hanya menuntut kemampuan akademik dan kondisi fisik yang prima, tetapi juga karakter, integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian.
“Menjadi seorang pilot membutuhkan kondisi fisik yang baik dan kemampuan intelektual yang memadai. Namun yang tidak kalah penting adalah karakter dan semangat untuk menjaga serta mengabdi kepada bangsa dan daerah,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung konektivitas wilayah dan pengembangan sektor transportasi udara.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam latar belakang dan motivasi yang mereka bawa. Bagi sebagian peserta, program ini menjadi peluang untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini sulit dijangkau karena tingginya biaya pendidikan penerbangan.
Salah satunya Muh Revanza, siswa SMA Negeri 1 Palopo. Ia mengaku telah bercita-cita menjadi pilot sejak kecil dan melihat program tersebut sebagai kesempatan besar untuk mewujudkan impiannya.